10 Napi Dibebaskan

1415
BERANI : Aksi rappelling mahasiswa Mapala Sulfur mengibarkan bendera raksasa di gedung Fakultas Teknik Universitas Tidar, Jumat (17/8). (DHEA MAULIDA NURAINI/RADAR KEDU)
BERANI : Aksi rappelling mahasiswa Mapala Sulfur mengibarkan bendera raksasa di gedung Fakultas Teknik Universitas Tidar, Jumat (17/8). (DHEA MAULIDA NURAINI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 349 marapidana Lapas 2A Magelang mendapat Hari Kemerdekaan RI, Jumat (17/8). Enam di antaranya langsung bebas murni setelah mendapat potongan masa tahanan. Penyerahan surat keputusan pemberian remisi secara simbolis dilakukan oleh Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina. Di Rutan Klas IIB Wonosobo, 4 napi juga langsung bebas setelah mendapatkan remisi.

“Sebenarnya yang mendapatkan remisi bebas dari Kementerian Hukum dan HAM RI ada 7 orang. Namun satu orang lainnya, narapidana atas nama Wahyu Rahmad Sholeh, harus menjalani hukuman subsider atas vonis denda yang dijatuhkan sebesar Rp 800 juta. Yang bersangkutan menjalani hukuman tambahan selama 4 bulan. Rohmad merupakan terpidana kasus penyalahgunaan narkoba,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Magelang, Bambang Irawan.

Bambang menjelaskan, 349 warga binaan yang mendapatkan remisi terdiri dari 289 orang mendapatkan remisi umum I pidana umum, 7 orang remisi umum II dan sisanya sebanyak 53 orang mendapatkan remisi umum I pidana khusus.

Di Rutan Klas IIB Kabupaten Wonosobo, 152 narapidana mengikuti upacara bendera. Dalam upacara ini juga diberikan remisi pada 77 narapidana. “Dan 4 narapidana mendapat kebebasan,” kata Kepala Rutan Klas II B Wonosobo, Akbar Abdur. Acara ini dihadiri oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Dandim 0707/Wonosobo, Letkol CZI Fauzan Fadli, Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras, serta jajaran Forkompinda lainnya.

Sementara itu, 3 mahasiswa anggota Mapala Sulfur Universitas Tidar (Untidar) mengibarkan bendera merah putih berukuran 12 x 9 meter di Gedung Fakultas Teknik Untidar, Jumat (17/8). Mereka memulai rappelling dari atas gedung empat lantai, hingga sukses membentangkan bendera raksasa merah putih dengan sempurna saat upacara peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI).

Mochammad Finandika Perwito, Febrianto Saputra, dan Aditya Pranata juga melakukan pendaratan mulus dalam penyelesaian misi pengibaran bendera berukuran besar itu. Tindakan akrobatik itu sekaligus menjadi tontonan yang menegangkan bagi 1.827 mahasiswa baru, dan 160 dosen juga karyawan universitas setempat. “Saya sampai tidak bisa berkata-kata lagi, bisa mengibarkan bendera sebesar ini. Ada rasa bangga dan terharu dari saya,” kata pengibar bendera, Febrianto Saputra menahan air matanya. (had/cr1/mg26/put/ton)