Mengingat Ayah Ibu, Rasa Lelah Sirna 

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

RADARSEMARANG.COM – BERMULA dari putus beasiswa, Dessy Wanda justru menemukan jalan usahanya. Saat itu, karena tidak bisa melanjutkan kuliah ia memutuskan untuk bekerja. Menjadi SPG Furniture dan karyawan pabrik ia lakoni demi mengumpulkan uang agar bisa kembali ke bangku kuliahnya.

”Setelah terkumpul uang, saya bisa melanjutkan kuliah lagi. Waktu itu, agar tetap bisa kuliah, saya jualan online, jadi dropshiper barang-barang. Saya jual sprei, jilbab, make-up dan segala jenisnya,” kenang perempuan kelahiran 25 Desember 1993 ini.

Lama menjadi penjual make-up, membuat perempuan yang akrab disapa Wanda ini tertarik menjajal. Iapun mulai kursus hingga bisa membuka jasa make-up. Awalnya hanya teman terdekat yang menggunakan jasanya. Akhirnya banyak orang yang memintanya membantu mempercantik penampilan untuk berbagai acara. ”Alhamdulillah sekarang sudah nggak dropship lagi. Dan make-up-nya juga masih jalan, meskipun saya sudah kerja di perusahaan farmasi,” jelasnya.

Dari jualan barang-barang, jasa make-up, dan hasil bekerjanya di perusahaan farmasi, perempuan penyuka nasi goreng ini mampu mengumpulkan penghasilan hingga belasan juta. Mengenai waktu, ia tidak begitu kesulitan untuk membaginya. Ia bahkan rela merelakan waktu istirahat demi memuaskan pengguna jasa make-upnya.

”Kalau acaranya pagi, kadang saya datang pukul 03.00 dinihari untuk me-make-up. Setelah itu, lanjut kerja. Sementara untuk bisnis jilbab, saya masih bisa menjalankannya dimana saja dan kapan saja, karena hanya butuh konfirmasi lewat smartphone,” bebernya sambil tersenyum.

Ia mengaku akan tetap menjalankan semua pekerjaannya ini, selagi masih bisa. Sebab, dengan cara ini ia merasa bisa mengembangkan diri. Dengan pekerjaan ini pula ia bisa berbagi dengan sesamanya.

Nggak capek kok. Dijalani saja. Tapi saat saya benar-benar merasa lelah, saya cuman bisa memejamkan mata untuk mengingat ayah dan ibu. Dan semua menjadi baik-baik saja,” ujarnya. (sga/ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -