RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Rumah warga yang dihuni delapan mahasiswa di Villa Tembalang Blok A Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang digeledah petugas Polsek Tembalang, mulai Rabu malam (15/8) pukul 21.00 hingga Kamis dinihari (16/8) kemarin. Lantaran tepergok warga, mahasiswa tersebut mengibarkan bendera Indonesia Merah Putih, namun di atasnya terdapat bendera warna hitam bertuliskan kaligrafi aksara Arab yang dianggap mencurigakan.

Penggeledahan itu bermula, saat warga sekitar bernama Hadi, Rabu (15/8) sekitar pukul 05.00, yang hendak pergi ke rumah sakit, di tengah perjalanan melihat pengibaran bendera merah putih dan di atasnya bendera warna hitam di depan halaman rumah milik Untung. Kemudian di tiang kanopi rumah, berkibar bendera negara Palestina.

Pensiunan dosen ini pun merasa penasaran, lalu memotret dengan ponselnya saat kembali pulang ke rumah, pada sekitar pukul 18.00. Selanjutnya, gambar tersebut di-share ke grup whatsaap RT 5, dan mendapat respon dari para tetangga hingga akhirnya dilaporkan ke petugas Polsek Tembalang, sekitar pukul 19.00.

Dari laporan ini, petugas langsung menuju lokasi rumah tersebut untuk melakukan pengecekan. Setelah bertemu dengan pemangku wilayah setempat, pemilik rumah dan penghuni tempat kos, selanjutnya bendera negara Palestina dan yang berwarna hitam diturunkan.

“Penghuni rumah yang kedapatan memasang bendera tersebut kami minta untuk menurunkan bendera Panji Rosulullah dan bendera Palestina,” kata Kapolsek Tembalang Kompol Budi Rahmadi saat ditemui di Mapolsek Tembalang, Kamis (15/8) kemarin.

Lanjut Budi, pihaknya juga mengundang Unit Inafis Polrestabes Semarang untuk melakukan penggeledahan. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ditemukan barang mencurigakan yang mengarah aktivitas organisasi terlarang. “Tidak ditemukan, buku atau barang atau petunjuk lain yang terkait organisasi atau kelompok-kelompok garis keras atau organisasi terlarang,” tegasnya.

Sedangkan delapan mahasiswa tersebut adalah, MAG, warga asal Bogor; MFR, warga Jakarta Barat; BH, warga Tangerang Banten; ARW, warga Tangerang; RSP, warga Surakarta; GAS, warga Kembangan Jakarta Barat; OV, warga Bengkulu; dan NU, mahasiswa asal Binjai Sumatera Utara.

“Ini mahasiswa semester akhir semua. Dari hasil olah TKP dan interogasi, bahwa yang memasang bendera Panji Rosulullah adalah salah satu penghuni kontrakan tersebut atas nama OV,” bebernya.

Dari pemeriksaan, lanjut Budi, OV mengaku memasang bendera tersebut terinspirasi dan terobsesi dengan negara Palestina yang sedang bertanding sepak bola melawan timnas Indonesia. Ia mengakui, bendera tersebut dibeli lewat media sosial (medsos), dikibarkan pada Rabu (15/8) sekitar pukul 05.00. “Dia mengakui membeli lewat online seharga Rp 30 ribu sepasang. Setelah barang datang, OV kemudian mengikibarkan,” katanya.

Karena itulah, kata Budi, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap para mahasiswa lantaran tidak ditemukan bukti-bukti yang mengarah tindak pidana. Namun demikian, pihaknya terus memonitor dan mengawasi ruang gerak penghuni kontrakan tersebut.

“Kami berikan pembinaan dan pengertian-pengertian bela negara atau cinta NKRI. Kami juga memberikan sanksi sosial, yang bersangkutan diminta memohon maaf ke lingkungan setempat disaksikan ketua RT, Bhabinkamtibmas,” katanya.

Budi menyampaikan terimakasih kepada warga yang aktif dan peduli dengan lingkungan sekitar. Harapannya ini bisa dicontoh warga lain, kala melihat hal yang mencurigakan langsung lapor ke polisi atau menghubungi nomor handphone 08122510681. (mha/ida)