Keberagaman Itu Satu, Satu untuk Indonesia-ku

192

RADARSEMARANG.COM – Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulaupulau. Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia. Indonesia tanah airku, aku berjanji padamu, menjunjung tanah airku, tanah airku Indonesia.

Lirik lagu tersebut menggambarkan betapa Indonesia sangat kaya akan pulau yang berjajar menjadi satu. Indonesia adalah negara yang mempunyai suku bangsa dan kebudayaan terbanyak di dunia, lebih dari 740 suku bangsa (etnis), serta 726 ragam bahasa, serta beragam kesenian yang berada di Sabang sampai Merauke.

Keberagaman adalah anugerah bagi Indonesia, karena keberagaman Indonesia memiliki banyak potensi dan kekayaan yang luar biasa. Jika dilihat secara global, Indonesia adalah penghasil gas alam cair terbesar di dunia (20 persen dari suplai seluruh dunia), produsen timah terbesar. Indonesia juga memiliki terumbu karang terkaya di dunia (18 persen dari total dunia) dan Indonesia menempati peringkat pertama dalam produk pertanian, yaitu cengkeh dan pala serta peringkat kedua penghasil karet alam dan minyak sawit mentah. Selain itu, Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis yaitu sekitar 80 persen di pasar dunia. Indonesia juga memiliki jenis bunga anggrek terbanyak di dunia yaitu sekitar 6 ribu jenis bunga anggrek, mulai dari yang terbesar yaitu anggrek macan sampai yang terkecil yang tidak berdaun, termasuk bunga anggrek hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua. Indonesia adalah negara maritim terluas di dunia, dan juga memiliki hutan bakau terbesar.

Sungguh karunia yang luar biasa. Wajar saja jika ada negara yang ingin memiliki kekayaan atau ingin mengakui budaya atau kesenian Indonesia sebagai budaya asli negara lain. Padahal itu adalah budaya asli Indonesia. Hal ini juga yang kemudian dimanfaatkan oleh negara atau pihak-pihak tertentu yang tidak ingin Indonesia menjadi maju dan satu, upaya memecah belah dilakukan.

Perbedaan suku, bangsa, agama, bahasa, etnis, kekayaan dijadikan alasan pemecah belah. Alasan kesamaan suku, etnis, agama, budaya dan lainnya “dianggap” sebagai sesuatu yang “lebih baik” dibanding keberagaman. Pemikiran bahwa keberagaman adalah sebuah ancaman, bukan sebagai peluang. Keberagaman adalah kelemahan bukan kekuatan. Pemikiran-pemikiran seperti itu adalah pemikiranyang sempit, karena keberagaman adalah peluang dan bukan ancaman, kekuatan dan bukan kelemahan.

Keberagaman adalah peluang, kekuatan, sekaligus kekayaaan luar biasa yang dimiliki Indonesia. Indonesia ibarat pelangi, indah karena beragam warna, bukan karena 1 warna saja. Indonesia ibarat konser musik, bagus karena terdiri dari beragam alat musik bukan hanya 1 jenis alat musik saja. Indonesia adalah keragaman yang satu, seperti tubuh memiliki banyak anggota tubuh berbeda-beda, namun tetap dapat berjalan bersama untuk mencapai tujuan. Jika pelangi dipaksakan hanya 1 warna saja, bukankah keindahan pelangi akan hilang? Jika konser musik dipaksakan untuk menampilkan 1 alat musik saja bukankah akan terasa “kering”? Jika tubuh dipaksa hanya satu saja yang berfungsi, yang lain disingkirkan apakah akan menjadi lebih baik?

Bukankah alam ciptaan Tuhan telah menggambarkan bahwa keberagaman adalah sesuatu yang memang ada dan harus disyukuri. Bukankah Tuhan telah mengajarkan kepada manusia bahwa keberagaman adalah karunia dan tidak bisa dihilangkan. Tuhan menciptakan siang dan malam, bukan malam saja atau siang saja. Langit dan bumi bukan langit saja atau bumi saja. Beragam jenis binatang di bumi, di darat, laut dan udara, kuat dan lembut dan beragam jenis tumbuhan dan tidak satu macam jenis binatang atau tumbuhan tapi beragam sampai tidak terhitung jenisnya. Menciptakan manusia pun beragam, laki-laki dan perempuan, tidak laki-laki saja tapi juga perempuan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan lanjut usia. Semuanya beragam, dan tidak ada yang akan diseragamkan atau dipaksakan seragam.

Bayangkan kalau semuanya dipaksakan harus sama. Laki laki semua atau perempuan semua, kuat semua nggak ada yang lemah, sepanjang hari malam terus atau siang terus, apakah hidup akan menjadi indah? Semua sama, semua kuat, bagaimana manusia akan saling melengkapi?

Bagaimana manusia akan belajar untuk menjadi berharga bagi yang lainnya? Tuhan sudah mengatur segalanya, perempuan diciptakan untuk melengkapi laki-laki, malam untuk berganti peran dengan siang dan segala keragaman budaya, suku, agama ras, etnis dan seluruh ciptaan Tuhan adalah untuk kesejahteraan manusia bukan untuk menghancurkan manusia.

Jadi kalau Indonesia memiliki keberagaman budaya, agama, suku, ras, kekayaan alam dan lainnya, bukankah itu sebuah anugerah Tuhan yang luar biasa yang harus disyukuri dan dipertahankan? Bukankah keberagaman adalah peluang dan kekuatan Indonesia, untuk saling melengkapi, menghormati dan untuk menjadi lebih maju dan sejahtera? Keberagaman itu satu, satu untuk Indonesia, untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Majulah Indonesiaku, Tuhan memberkatimu. (*)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata Semarang