Entaskan Warga Miskin, di Kampung Kumuh dan Terpencil

Kabupaten Demak Canangkan Kampung KB di 23 Desa

192
KAMPUNG KB : Wabup Joko Sutanto didampingi Sekertaris Dinpermades P2KB, Supriyatiningsih dan Kabid Pengendalian Penduduk, Sukardjo SKM, MKes membuka Kampung KB di Desa Bunderan, Kecamatan Wonosalam. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAMPUNG KB : Wabup Joko Sutanto didampingi Sekertaris Dinpermades P2KB, Supriyatiningsih dan Kabid Pengendalian Penduduk, Sukardjo SKM, MKes membuka Kampung KB di Desa Bunderan, Kecamatan Wonosalam. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Pemkab Demak melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinpermadesP2KB) hingga kini terus menggalakkan program KB. Kini membentuk Kampung KB di desa-desa pinggiran yang kesadaran warganya dalam ber-KB masih minim.

DEMAK-WAHIB PRIBADI

BERDASARKAN data Dinpermades P2KB setempat, pada 2016 diawali dengan pendirian dua kampung KB. Kemudian, pada 2017 ada 16 desa Kampung KB dan 2018 ini tercatat ada 14 Kampung KB. Sedangkan, total desa yang telah mencanangkan menjadi Kampung KB ada 23 tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Demak.

Wabup Joko Sutanto mengungkapkan bahwa program Kampung KB seperti bina keluarga balita, remaja dan lansia terus digalakkan. Dengan demikian, tujuan Kampung KB dapat tercapai.

“Pembinaan ini perlu dilakukan termasuk pengawasan terhadap anak-anak. Kami berharap, anak-anak bisa lebih tangguh, sehat dan kuat. Sebab, masa depan bangsa nanti ada di tangan mereka,” katanya.

Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dinpermades P2KB, Sukardjo SKM, MKes mengatakan peserta KB aktif di Demak hingga Juni 2018 mencapai 72,86 persen. Dengan rincian, peserta KB jenis IUD 5.639, MOW 5.477, MOP 366, kondom 1.026, IMPL ada 12.723, suntik 113.729, dan KB pil sebanyak 11.254. Kemudian, untuk pasangan usia subur (PUS) sendiri jumlahnya mencapai 206.177. Terkait KB ini, belum lama ini, penghargaan juga berhasil diraih Kabupaten Demak.

Menurutnya, pasangan suami istri (pasutri) Sungatman-Usfuriyah berhasil meraih juara 3 sebagai akseptor KB teladan kategori lestari 15 tahun tingkat Provinsi Jateng. Pasutri warga Desa Gebang RT 4 RW 4, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak ini dinilai mampu berperan secara aktif sebagai duta KB di lingkungan rumahnya di kawasan kampung nelayan tersebut.

Sungatman sehari-hari sebagai Kepala SDN Serangan I Bonang. Sedangkan, istrinya, guru wiyata SDN Tridonorejo I Bonang. “Kami terus bergerak untuk mencanangkan Kampung KB,” katanya.

Sekretaris Dinpermades P2KB, Supriyatiningsih mengatakan bahwa ada empat manfaat Kampung KB. Yakni, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan lama usia sekolah, meningkatkan derajat kesehatan dan menurunkan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Senada disampaikan Plt Kepala Dinpermades P2KB, AN Wahyudi. Dia menambahkan, keberadaan Kampung KB sangat penting. Menurutnya, Kampung KB merupakan satuan wilayah setingkat RW, dusun atau yang setara dengan kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga. “Tujuan Kampung KB ini adalah meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat yang terintegrasi dengan sektor pembangunan lainnya,” kata dia.

Untuk itu, kata dia, perlu koordinasi lintas sektor untuk kegiatan Kampung KB tersebut. Disampaikan, bahwa Kampung KB memiliki kriteria yang telah ditentukan. Di antaranya, jumlah keluarga miskin di atas rata-rata tingkat desa dan jumlah peserta KB tingkat desa dimana kampung tersebut berlokasi. Kemudian, kampung itu kondisinya masih kumuh, berada di pesisir atau nelayan, daerah aliran sungai, bantaran kereta api, kawasan miskin, terpencil, wilayah perbatasan, kawasan industri, kawasan wisata dan kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

”Sebagai prasyaratnya adalah harus tersedia data dan informasi keluarga. Adanya dukungan dan komitmen pemuda serta partisipasi aktif masyarakat, tokoh masyarakat, PPKB dan kader,” katanya. (*/ida)