Tak Repotkan Orang Tua, Ajak Siswa Jual Kue Buat Modal

Manfaatkan Limbah Bawang Bombai dan Pelepah Pisang Jadi Barang Berkelas

363
Ganjar Triadi Budi Kusuma bersama anak didiknya telah berhasil melukis Presiden Jokowi dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dengan limbah bawang bombai dan pelepah pisang. (LUTFIA KHOIRUNNISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ganjar Triadi Budi Kusuma bersama anak didiknya telah berhasil melukis Presiden Jokowi dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dengan limbah bawang bombai dan pelepah pisang. (LUTFIA KHOIRUNNISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Ganjar Triadi Budi Kusuma, 53, guru pengampu mata pelajaran kewirausahaan berusaha mengajak seluruh siswa SMK Negeri 2 Semarang menciptakan hal baru dalam setiap kelas yang dia ampu. Seperti apa?

QURROTUL A – LUTFIA K – MAULANA A

BERDECAK kagum, kali pertama memasuki ruang kelas dengan ornamen pintu berwarna hijau di sudut SMK Negeri 2 Semarang. Ya, ruangan itu tampak mencolok dibanding lainnya. Terpampang pula beragam karya seni siswa, mulai lukisan, batik, bahkan kue kering beserta oven besar di dalamnya.

Ganjar Triadi Budi Kusuma, adalah guru pengampu mata pelajaran kewirausahaan sejak 2007 di sekolah tersebut. Ia mengajak seluruh siswa menciptakan hal baru dalam setiap kelas yang dia ampu.

Ini lantaran suami Mardia Astuti Susanti ini memaknai kreativitas dengan menciptakan hal baru yang belum pernah dilakukan oleh siswa-siswi lain. Misal, menciptakan hal baru dari limbah yang dianggap sampah oleh sebagian masyarakat.

“Banyak orang bisa melukis, tetapi belum ada yang melukis dengan limbah kulit bawang bombai dan pelepah pisang. Itu merupakan hal baru dan luar biasa,” ucap Ganjar pada Jawa Pos Radar Semarang.

Di tahun 2011 lalu, Ganjar menciptakan lukisan unik yang diajarkannya kepada anak didiknya, mengaplikasikan beragam limbah yang kerap dinilai tak ada harganya, disulap menjadi lukisan bernilai jual tinggi. Ganjar pun akhirnya mencetuskan lukisan dari kulit bawang bombai dan pelepah pisang.

Karena membuat lukisan unik tersebut membutuhkan dana, ayah tiga putra ini, mengajak siswanya berjualan kue kering sebagai modal awal. “Kalau anak-anak itu meminta uang kepada orang tua mereka untuk biaya pembuatan lukisan pasti akan menimbulkan masalah. Namun untuk mendapatkan triplek, figura, dan peralatan lain lumayan membutuhkan biaya, maka mereka saya minta jualan kue terlebih dahulu,” ucapnya.

Untuk membuat satu lukisan dibutuhkan sekitar 1 kg kulit bawang sebagai layer (background) lukisan. Ganjar sendiri menciptakan lem yang ia racik dari lem kayu biasa yang dicampur spiritus dan bahan rahasia. “Bahan yang rahasia itu saya temukan sendiri. Itu karena saya dulunya lulusan IPA, jadi suka bermain-main dengan bahan-bahan kimia,” tambahnya.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat lukisan terdiri atas kulit bawang bombai, pelepah pisang yang sudah kering, dan lem kayu. Untuk mendapatkan kulit bawang bombai, biasanya siswa meminta pedagang di pasar. Sedangkan untuk pelepah pisang, siswa meminta para tetangga di rumah yang memiliki pohon pisang.

Dalam pembuatan lukisan dari pelepah pisang dan kulit bawang bombai ini, Ganjar mengelompokkan enam siswa menjadi satu kelompok. Dalam satu kelompok, membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk menghasilkan satu lukisan yang sempurna.

Laki-laki kelahiran Bandung ini sengaja memilih tema lukisan bagi siswa dengan melukis wajah-wajah orang penting di Indonesia, seperti Joko Widodo, Gusdur, Ganjar Pranowo, dan lainnya.

Beberapa siswa berhasil menyelesaikan lukisan wajah Joko Widodo dan Ganjar Pranowo. Lukisan wajah Ganjar Pranowo sendiri dibuat oleh kelompok dua dari kelas Bisnis Dering dan Pemasaran (BDP), yang terdiri atas Diva, Marisa, Kirana, Shella, Syafira, dan Rosi. “Bikinnya lumayan susah, karena harus telaten dalam menempelkan kulit bawang bombainya. Kami membuat lukisan wajah Pak Ganjar selama dua minggu,” jelas Diva.

Bukan hanya menciptakan siswa yang mempunyai jiwa kreatif tinggi, akan tetapi Ganjar juga mengajari siswa agar mampu bekerja sama dengan baik, menjadi pemimpin yang baik dalam memimpin kelompoknya masing-masing.

Saat ini Ganjar beserta para siswanya sedang sibuk mempersiapkan rekor Muri lukisan Gubernur Ganjar Pranowo yang terbuat atas kulit bawang bombai dan pelepah pisang sebanyak 1000 lukisan.

Selama 9 tahun mengajar di SMK Negeri 2 Semarang tidak ada satupun kesulitan yang Ganjar rasakan. Karena ia percaya bahwa sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas dan rasa senang, pasti menuai keberhasilan. Ganjar sendiri sering berpesan kepada anak didiknya, “Kerjakan semuanya dengan rasa senang.” Harapan Ganjar ke depannya untuk para siswa adalah ia ingin tetap bermanfaat dan menciptakan anak-anak yang memiliki jiwa berwirausaha. (*/ida)