Oknum Polda Dituntut 6 Tahun

491

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sekalipun sempat menyatakan keberatan atas dakwaan, oknum Perwira Polda Jateng, AKP Kokok Wahyudi, 51, tetap dituntut bersalah melakukan tindak pidana atas kepemilikan narkoba jenis sabu, seberat 0,509 gram, tanpa prosedur hukum, dengan pidana 6 tahun penjara. Tuntutan tersebut dibacakan JPU  dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

“Klien kami (Kokok Wahyudi,red) sudah dituntut 6 tahun penjara, minggu ini kami akan melakukan pembelaan (pledoi),” kata salah satu kuasa hukum terdakwa, Andreas Airudin, Selasa (14/8).

Advokat dari kantor hukum Theodorus Yosep Parera and Partners ini, menyebutkan bahwa dalam kasus itu perbuatan kliennya didasari surat perintah dari Direktur Ditresnarkoba Polda Jateng. Sedangkan, terkait persoalan, kliennya menemukan barang temukan sabu, hanya belum melaporkan ke atasan.

“Dalam dakwaan tidak dijelaskan surat tugas itu masih berlaku atau tidak, tidak dijelaskan. Itu bukan dalam kapasistas menguasai atau menyimpan. Tapi tidak melapor dan kembalikan sabu ke pengola barang bukti,” tandasnya.

Sedangkan, JPU Kejati Jateng, Slamet dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Casmaya menilai terdakwa Kokok Wahyudi bersalah melakukan tindak pidana, sebagaimana diatur dan diancam Pasal 112 ayat (1) undang-undang (UU) RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Atas hal itu, JPU menuntut terdakwa dengan pidana 6 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda Rp 800 juta subsidair 3 bulan penjara.

Sebelumnya, di persidangan salah satu saksi dari petugas Bidang Propam Polda Jateng, Agung menjelaskan, bahwa terdakwa yang selama ini bertugas sebagai kepala unit di Direktorat Narkoba Polda Jateng ini diamankan usai keluar dari warung makan Gama di Jalan MT Haryono. Saat diamankan pada 1 Desember 2017, pihaknya menanyakan senjata api yang dibawanya.

”Saat lagi jalan, kami mengamankan terdakwa Kokok. Setelah mengamankan senjata, kami lalu menemukan dua paket sabu terbungkus plastik klip kecil, dua pipet, dan satu korek api gas,” kata Agung dalam kesaksiannya dipersidangan. (jks/zal)