REVOLUSI MENTAL: Mahasiswa KKN Undip menyerahkan  modul, spanduk, dan X-banner untuk sosialisasi Gerakan Revolusi Mental kepada perangkat Desa Kliris, Boja, Kendal. (ISTIMEWA)
REVOLUSI MENTAL: Mahasiswa KKN Undip menyerahkan  modul, spanduk, dan X-banner untuk sosialisasi Gerakan Revolusi Mental kepada perangkat Desa Kliris, Boja, Kendal. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – KKN Tim II Undip yang beranggotakan 11 orang dari berbagai disiplin ilmu menggelar Gerakan Revolusi Mental melalui program pendampingan dana desa, akta kelahiran, dan sosialisasi 3S (senyum, salam, dan sapa) di Desa Kliris, Kecamatan Boja, Kendal, Kamis (9/8) lalu. Gerakan Revolusi Mental adalah gerakan sosial untuk bersama-sama menuju Indonesia yang lebih baik. “Bila sejak merdeka kita sibuk dengan pembangunan fisik, maka saatnya kita bangun pula mental kita,” kata Koordinator KKN Tim II Undip Desa Kliris, Khrisna kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, kolaborasi antara masyarakat, swasta dan mahasiswa yang didukung oleh pemerintah dilakukan bersama untuk Indonesia yang lebih baik.

“Sesuai dengan SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 31 Tahun 2016 menyatakan bahwa Gerakan Nasional Revolusi Mental di Provinsi Jawa Tengah harus dilaksanakan oleh seluruh unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), swasta dan masyarakat di Jawa Tengah. Oleh karena itu, kami sebagai mahasiswa anggota Tim II KKN Undip harus siap untuk menggalakkan Gerakan Revolusi Mental kepada warga Desa Kliris,” paparnya didampingi anggota KKN, Ehud Indra Wijaya .

Khrisna menambahkan, Tim II KKN Undip mengabdi selama 42 hari sejak 10 Juli – 19 Agustus 2018 dengan berbagai bentuk program kegiatan multidisiplin dan monodisiplin. Salah satu program kegiatan multidispilin adalah Revolusi Mental, di antaranya pendampingan dana desa yang  bertujuan untuk memanfaatkan dana desa agar lebih maksimal sesuai perundang-undangan yang ada. Selain itu, lanjut dia, pendampingan alur pembuatan akta kelahiran dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada perangkat desa mengenai SOP dan alur pelayanan akta kelahiran agar perangkat desa dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.  “Kami juga sosialisasikan 3S atau senyum, salam,  dan sapa, yang bertujuan untuk mengajak dan menerapkan 3S kepada perangkat desa dalam melayani masyarakat. Semua program disosialisasikan lewat modul, spanduk, dan X-banner,” katanya.

Sekretaris Desa Kliris, Mudiyono, mengatakan, jika kegiatan Revolusi Mental ini sangat berguna untuk mengajak dan menerapkan prinsip-prinsip pelayanan terhadap publik yang baik dan benar. Ia akan memajang media sosialisasi yang telah diterima oleh desa di berbagai titik yang dapat terlihat secara jelas oleh masyarakat. “Kami berharap agar Gerakan Revolusi Mental tetap kontinyu walau masa bakti Tim II KKN Undip telah selesai,” harapnya. (bis/aro)