Jaga Semangat Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka

521
BERI MOTIVASI: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, memberikan motivasi pada acara Hari Pramuka ke-57 tahun 2018, yang digelar di SMKN Karangdadap. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI MOTIVASI: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, memberikan motivasi pada acara Hari Pramuka ke-57 tahun 2018, yang digelar di SMKN Karangdadap. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi membakar semangat ratusan siswa anggota Pramuka dari pelajar SMK se-Kabupaten Pekalongan, yang mengikuti acara Hari Pramuka ke-57 tahun 2018, di SMKN Karangdadap, Senin hingga Selasa (13-14/8) kemarin.

Bupati Asip menyampaikan agar anggota Pramuka menjaga  semangat Tri Satya dan Dasa Dharma yang selalu diikrarkan setiap anggota. Bupati Asip menyampaikan bahwa pramuka yang merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, memiliki arti secara sederhana, adalah anak muda yang senang bekerja.

Serta semangatnya adalah semangat kepanduan, yakni semangat yang mengusung rasa solidaritas, rela berkorban, menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati yang tua, menghargai yang muda.

“Kalian semua adalah kid zaman now. Apa yang harus dilakukan adik-adik dalam rangka menyikapi zaman, yang sudah sangat berubah dari jaman berdirinya pramuka yaitu 14 Agustus 1961 yang lalu. Ini adalah nilai atau semangat, jangan sampai hilang nilai-nilai kepramukaan itu. Karena sekarang ini tantangannya sangat berat,” ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip mengatakan bahwa zaman milenial sekarang ini adalah zaman yang mengharuskan orang secara tidak sadar untuk berlaku asosial. Selain itu karena saat ini teknologi yang sudah semakin canggih, maka hal ini menggiring pada peradaban yang inginnya menyendiri, peradaban yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, peradaban yang tidak membutuhkan banyak orang lain, peradaban yang pelan-pelan akan melupakan tradisi bangsa Indonesia yaitu gotong-royong, karena semua urusan atau persoalan yang dihadapi cukup bisa diselesaikan dengan gadget.

“Inilah perubahan zaman, yang kalau tidak bisa kita sikapi secara bijaksana maka ini akan merusak. Selain itu, tantangan para pelajar adalah mengikuti perkembangan zaman, tapi tidak larut oleh zaman. Anda itu hidup di generasi Z. Untuk itu silahkan belajar sebanyak-banyaknya tetapi standar kompetensi harus dimiliki. Karena semuanya nanti akan memperlancar pencarian identitas diri,” kata Bupati Asip.

Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti menegaskan agar semua anggota Pramuka untuk kreatif dan berinovasi agar tidak tertinggal. Karena generasi sekarang dituntut untuk selalu berubah, namun sumber daya terbatas. Oleh karena itu dituntut untuk memiliki motivasi yang besar, agar bisa berubah lebih baik.

“Oleh karenanya Pramuka juga dituntut punya inovasi, bagaimana agar gerakan Pramuka tidak ketinggalan, terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Mari kita kaji perubahan zaman ini terhadap Gerakan Pramuka yang kita laksanakan ini,” tegas Arini. (thd/bas)