ADA DORAEMON : Perhelatan Jateng Fair 2018 ini, mendatangkan tokoh kartun dari Jepang, Doraemon dan kawan-kawannya. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADA DORAEMON : Perhelatan Jateng Fair 2018 ini, mendatangkan tokoh kartun dari Jepang, Doraemon dan kawan-kawannya. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tokoh kartun anak-anak dari negeri Sakura, Doraemon, Nobita, Shizuka, Suneo dan Takeshi sengaja dihadirkan di perhelatan Jateng Fair 2018 mendatang. Para pengunjung bebas berfoto dan bisa membeli merchandise  dengan lisensi resmi.

“Tokoh kartun tersebut, hadir di jam-jam tertentu selama 60 menit, setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 16.00 dan 19.00 di Balai Merapi. Kostumnya kami datangkan langsung dari Jepang,” kata Direktur Mahaka Visual Indonesia, Harijanto Judarta.

Harijanto menambahkan, kelima tokoh akan hadir lengkap saat peresmian pada 23 Agustus. Selain para tokoh kartun, pengunjung dapat menikmati video mapping, Dino Park, Dino Ride. Ada pula bombomcar dengan kelas modern.

“Yang lebih istimewa lagi, akan diputarkan video mapping mengenai panorama dan budaya Dieng dengan penambahan beberapa wahana baru seperti Dino Show, Hulk Show dan Magic Liquid,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur PT PRPP, Titah Listiorini mengatakan bahwa tema Jateng Fair tahun ini mengangkat Magical Dieng. Menurutnya, Dieng merupakan satu di antara tujuan unggulan di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.

“Jateng Fair 2018 akan didesain dengan nuansa dataran tinggi Dieng. Selain itu, akan menghadirkan kesenian dan makanan khas daerah tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, seperti pameran sebelumnya, seluruh pemerintah daerah di Jateng, 35 kabupaten/kota, turut berpartisipasi. Selain itu, acara rutin yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun Jateng itu juga diikuti oleh SKPD, BUMN, BUMD serta perusahaan swasta nasional.

“Jateng Fair kali ini dikemas dengan konsep magnificent, insightful dan entertaining. Konsep tersebut mengajak pengunjung untuk langsung menyaksikan produk-produk unggulan daerah seperti tempat wisata, kuliner maupun kerajinan tangan,” tandasnya. (dit/ida)