Ganjar-Heru Saling Minta Maaf

Pembangunan SDM Jadi Prioritas

1174
GUBERNUR GAUL: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berfoto selfie dengan para siswa usai upacara bendera HUT ke-68 Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, kemarin. (kiri) Ganjar Pranowo dan Wagub Heru Sudjatmoko melakukan salam komando. (Adityo Dwi/ Jawa Pos Radar Semarang)
GUBERNUR GAUL: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berfoto selfie dengan para siswa usai upacara bendera HUT ke-68 Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, kemarin. (kiri) Ganjar Pranowo dan Wagub Heru Sudjatmoko melakukan salam komando. (Adityo Dwi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peringatan hari ulang tahun Jawa Tengah ke-68 menjadi peringatan terakhir di masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Momen ini dimanfaatkan Ganjar–Heru untuk saling minta maaf atas kesalahan selama berkolaborasi membangun Jawa Tengah.

Usai memimpin upacara bendera di Lapangan Pancasila Semarang, Ganjar Pranowo menyampaikan rasa terimakasihnya kepada wakil gubernur yang selama ini dinilainya sangat luar biasa dalam mendampinginya. Selama lima tahun, dengan kesamaan nilai, Ganjar-Heru berjalan bersama mencapai sejumlah keberhasilan dalam melaksanakan program-program di Jateng.

”Bisa dicek di seluruh media, tidak pernah ada konflik antara Gubernur dan Wakil Gubernur. Kami ingin memberikan contoh bahwa kami tidak pernah berkonflik, apalagi rebutan jabatan, kewenangan, uang. Maaf tidak ada,” ujarnya. ”Mudah-mudahan selanjutnya kultur ini tetap bisa berjalan,” imbuhnya.

Mengemban amanah bersama Heru selama lima tahun, Ganjar menyadari masih ada kekurangan yang harus diperbaiki ke depannya. Untuk itu, selain kepada Heru, Ganjar juga meminta maaf kepada masyarakat Jateng.

Ke depan, bersama Taj Yasin Maimoen, Ganjar akan melakukan lompatan dalam mencapai kesejahteraan masyarkat. Pembangunan SDM menjadi fokus utama Ganjar Pranowo dalam kepemimpinan di periode selanjutnya.  Dalam hal ini, bidang pendidikan akan semakin digenjot olehnya. Terutama pendidikan karakter. Ganjar ingin, anak-anak Jateng memiliki unggah-ungguh, cinta dan hormat kepada orangtua serta pemimpinnya.

”Dalam hal ini, kapasitas pendidik akan kita dorong dan kultur pendidikan akan kita bangun. Sehingga nilai-nilai keindonesiaan dan Pancasila bisa masuk kepada mereka. Prinsipnya dua pembangunannya harus inklusif dan berkualitas. Didasarkan pada pemerintahan bersih dan melayani,” paparnya.

Atas pujian Ganjar, Heru menyampaikan rasa terimakasihnya. Heru menyadari posisi sebagai wakil kepala daerah lebih banyak menjalankan peran dalam hal membantu. Ia mengibaratkan layaknya mengemudikan pesawat, Ganjar merupakan pilot, sementara dirinya adalah co-pilotnya. Dalam menjalankan peran untuk membantu ini, masukan dan saran selalu ia berikan kepada gubernurnya ini.

Sedikit ia ceritakan, awal dilantik, ia diberikan kesempatan menghadap Megawati Soekarnoputri. Ketua umum partai yang mengusungnya bersama Ganjar pada pemilihan gubernur 5 tahun silam.

”Kalau tidak salah baru 10 hari setelah pelantikan. Pelantikannya 23 Agustus 2013. Awal September saya menghadap, pesan beliau tanpa bermaksud merekayasa kira-kira begini ”Pak Heru, Ganjar dibantu. Pak Heru kan sudah pengalaman. Ganjar jangan sampai salah. Kalau salah ditegur. Kalau bisa sebelum salah ditegur dulu,” ujarnya menirukan.

Kepada Megawati, ia menyampaikan bahwa Wakil Gubernur tidak boleh menegur Gubernur. Ia sempat berpikir bahwa Megawati akan menjelaskan mengenai pesannya kepadanya untuk membantu Ganjar. ”Tapi beliau sangat bijak dengan menutup pesannya. Sudahlah terserah Pak Heru istilahnya apa. Sehingga saya merasa mendapat amanah,” kenang pria yang akan pensiun per 23 Agustus nanti.

Ia katakan, selama mendampingi Ganjar, dirinya selalu mencari posisi yang pas. Tidak kurang, tidak lebih, pun tidak berlebih-lebihan. Termasuk dalam hal popularitas, ia tidak ingin lebih sering tampil di media massa dibandingkan gubernurnya.

Setelah merampungkan tugas selama 5 tahun, ia juga menyadari bahwa yang lebih tua tidak lepas dari salah dan lupa. ”Dengan kerendahan hati saya minta maaf kepada Pak Gubernur dan kepada masyarakat,” ujar pria yang mengenakan beskap putih ini.

Selama lima tahun berkolaborasi, Ganjar-Heru telah membawa Jateng dengan pembangunan ke arah yang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi mengarah pada tren positif, yakni sebesar 5,27 persen. Lebih baik dari capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada angka 5,07 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang membaik ini juga diiringi pengurangan angka kemiskinan di Jateng. Pada Maret 2018 jumlah penduduk miskin di Jateng berada pada angka 3,9 juta orang. Lebih kecil dibanding angka di bulan September 2017, yakni 4,20 juta orang. Berbanding lurus, jumlah pengangguran terbuka di Jateng juga terus mengalami penurunan.

Salah satu faktor yang menyumbang penurunan angka pengangguran dan kemiskinan trersebut adalah semakin tumbuhnya sektor industri Jateng. Dengan kemudahan izin investasi, dari tahun ke tahun nilai investasi di Jateng selalu mengalami kenaikan. Prestasi yang tak kalah membanggakan, dalam hal pengendalian inflasi, pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada TPID Jateng sebagai pengelola TPID terbaik selama 3 tahun berturut-turut, yakni 2015, 2016, 2017.

Masih banyak capaian-capaian lainnya yang ditorehkan Jateng. Meskipun masih ada pula pekerjaan rumah yang harus diselesaikan ke depannya. Salah satunya, zona merah kemiskinan. Namun demikian, pemerintah berjanji akan bekerja keras melakukan pembangunan yang diarahkan kepada masyarakat miskin. (sga/aro)