Zeus Karaoke Laporkan Balik Jefry

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perseteruan manajemen Zeus Karaoke dengan eks pemilik saham tempat hiburan ini, Jefry Fransiskus, semakin memanas. Kali ini, giliran manajemen Zeus Karaoke melaporkan Jefry ke Polda Jateng, Selasa (14/8). Mantan investor Zeus Karaoke ini dilaporkan atas dugaan melakukan praktik prostitusi tanpa sepengetahuan manajemen.

“Yang kami laporkan Jefry sama mami A, yang diduga secara bersama-sama telah melakukan perbuatan pencarian atau kebiasaan yang dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain. Pasal yang dituduhkan 296 KUHP,” ungkap kuasa hukum Manajemen Zeus Karaoke, Gandung Sardjito, usai pelaporan di Polda Jateng, kemarin.

Kuasa hukum yang juga mantan Kasatreskrim Polres Demak ini menjelaskan, kasus dugaan prostitusi Zeus Karaoke dilakukan oleh Jefry pada saat masih menanamkan sahamnya di Zeus Karaoke tersebut.

“Dia pelaku, bukan korban. Jadi, caranya Jefry terkadang menggunakan sendiri, tapi sering kali membawa teman-temannya untuk datang ke situ atau di luar, terus kontak mami A, ambil PK-nya diserahkan, bisa di situ, bisa ditempat lain. Tanpa sepengetahuan manajemen,” bebernya.

Gandung mengakui, telah mengantongi sejumlah alat  bukti sebagai bahan yang digunakan untuk pelaporan. Di antaranya, saksi-saksi perempuan yang dipakai oleh Jefry. “Barang bukti, saksi-saksi banyak, nona-nona yang dipakai itu. Terus ada kuitansi transfer di pembayaran dari yang pemakai ke mami A ke PK-nya, sama bukti pendukung lain rekaman kamera CCTV,” katanya.

Menanggapi alasan memilih laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng bukan ke Polrestabes, Gandung menyampaikan dengan alasan supaya penyidik bisa lebih berkonsentrasi. “Ya, kalau di Polrestabes kan sudah menangani laporan Jefry, jadi biar nggak tumpang tindih, kami laporan ke Polda Jateng,” ujarnya.

Kepala SPKT Polda Jateng AKBP Agung Aris Budi mengakui telah menerima laporan dari manajemen tempat hiburan malam tersebut.  “Namun apakah akan ditangani polda atau dilimpahkan ke Polrestabes nanti kami melihat kasusnya terlebih dahulu, saya belum membaca secara detail,” katanya. (mha/aro)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -