Penanggulangan Kemiskinan Tetap Jadi Prioritas

1029
Ganjar Pranowo (DOKUMEN PEMPROV)
Ganjar Pranowo (DOKUMEN PEMPROV)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Hari ini, 15 Agustus 2018, Provinsi Jawa Tengah memasuki usia  ke-68 tahun. Di usianya kini, sudah banyak capaian yang berhasil diukir Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Meskipun demikian, masih ada pula pekerjaan rumah yang perlu untuk diselesaikan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan rasa terimakasihnya atas dukungan yang diberikan masyarakat selama kepemimpinannya. Dukungan dari masyarakat terus ia harapkan demi menuju pemerintahan yang semakin bersih dan semakin melayani.  “Ulang tahun kali ini adalah momentum kami bersama Pak Heru (Wagub Heru Sudjatmoko) dalam memimpin dan berada di ujung masa jabatan. Kami menyampaikan terimakasih atas dukungan selama ini,” ujar pria berambut putih ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ganjar menyadari, masih ada kekurangan yang dimilikinya. Namun demikian, ulang tahun ini akan dijadikannya sebagai momentum untuk melakukan lompatan. “Bulan depan, bergandengan dengan Gus Yasin (Taj Yasin) kami akan dilantik. Mudah-mudahan di usia Jawa Tengah yang semakin tua ini, masyarakat bisa terus berpartisipasi dengan memberikan catatan, kritik, dan masukan,” harapnya. “Itu yang sangat kami butuhkan dari masyarakat,” tambahnya.

Pada kepemimpinan selanjutnya, dengan usia Jateng yang kian bertambah, fokus Ganjar masih diarahkan kepada pembangunan. Baik pembangunan manusia maupun fisik. Tentu pembangunan dilakukan tanpa mengesampingkan isu perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas di Jateng.

“Termasuk mengenai lingkungan. Dan lagi, kami harapkan adanya masukan masyarakat,” harapnya.

Termasuk yang menjadi perhatian utama, di kepemimpinan selanjutnya, konsentrasi Ganjar akan diberikan pada upaya penanggulangan kemiskinan. Sebab, angka kemiskinan di Jateng, dikatakannya,  masih relatif lebih tinggi dibandingkan angka kemiskinan nasional.

Penghargaan Badan Pusat Statistik (BPS) boleh jadi menjadi salah satu hadiah bagi Jateng di ulang tahunnya yang ke-68 ini. Jateng dinyatakan berhasil dalam menurunkan angka kemiskinan. Tak tanggung-tanggung, Jateng menyabet peringkat 1 nasional.  Tetapi, Ganjar tidak ingin berbangga begitu saja dengan capaian ini, mengingat perjalanannya ke depan masih sangat panjang. Namun demikian, ia tegaskan, penanggulangan kemiskinan akan terus diprioritaskan.

“Dan investasi untuk menanggulangi kemiskinan ada dua hal. Satu pendidikan, dua kesehatan. Insya’Allah dua hal ini akan kami prioritaskan dalam kepemimpinan ke depannya,” tegasnya.

Pada peringatan hari jadi kali ini akan dilaksanakan upacara di Lapangan Pancasila Semarang dengan cara berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain menggunakan pakaian adat, upacara kali akan berlangsung dengan menggunakan Bahasa Jawa.  “Tahun lalu upacara sudah menggunakan pakaian adat Jawa Tengah. Namun, bahasa yang digunakan masih Bahasa Indonesia. Tahun ini tentu akan kami lakukan dengan berbeda,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono.

Puryono mengatakan, mengenai pakaian adat, khususnya untuk pria, masih menggunakan beskap Jawi Jangkep, lengkap dengan blangkon, keris, dan selop. Pakaian tersebut, dijelaskan olehnya, merupakan pakaian khas Jateng dari kaum bangsawan dan keluarga Keraton Surakarta.

Tidak hanya PNS, upacara peringatan HUT Jateng ke-68 melibatkan unsur TNI/ Polri, mahasiswa, pelajar SMA/ SMK, dan pramuka. Selain itu, seluruh mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng turut diundang dan diharapkan hadir pada upacara yang akan dipimpin langsung oleh Gubernur Ganjar Pranowo di akhir masa jabatan periode pertamanya ini.

Berkaitan dengan pelaksanaan upacara bendera, kawasan Simpang Lima ditutup untuk jalur transportasi, sebelum pukul 06.30 hingga sekitar pukul 08.00. Arus lalu lintas akan dialihkan melalui Jalan Sriwijaya, Jalan Veteran, kawasan Kampung Kali, Jalan Erlangga, Jalan Pandanaran II, dan sekitarnya.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat karena kawasan Simpang Lima ditutup sebentar untuk upacara bendera. Kami mohon pengguna jalan menggunakan jalur alternatif lain di sekitar Simpang Lima,” katanya. (sga/aro)