Pemkab Bangun Jembatan Kali Kupang

432
SIDAK – Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono saat sidak jembatan penghubung Desa Pandansari dan Desa Karangdadap yang sempat mangkrak selama dua tahun. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SIDAK – Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono saat sidak jembatan penghubung Desa Pandansari dan Desa Karangdadap yang sempat mangkrak selama dua tahun. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sempat mangkrak selama dua tahun akibat ditinggal kontraktornya, Jembatan Kali Kupang yang menghubungkan Desa Pandansari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang dengan Desa Karangdadap Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan kembali dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Batang.

“Jembatan ini  mulai dikerjakan setelah mendapatkan kembali bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Sebelumnya juga dapat bantuan yang sama, tapi pelaksana proyek tidak punya uang akhirnya ditinggal,” ujar Bupati Wihaji saat sidak ke jembatan penghubung Desa Pandansari Kecamatan Warungasem, Selasa (14/8/18).

Bupati Wihaji dan Wakilnya Suyono bersama staf pemerintahan, langsung mendatangi lokasi pembangunan jembatan. “Saya tidak mau tahu yang jelas harus selesai dan jangan sampai mangkrak lagi, karena rakyat sudah dirugikan mangkraknya jembatan tersebut,” seru Wihaji dengan muka kesal.

Kepala  Seksi Pemeliharaan Dinas Pekerjaann Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Batang Hendro Sutyono mengatakan, untuk proyek lanjutan  ini Pemprov kembali mengucurkan dana Rp 3,8 miliar. Harapannya tahun ini selesai.

“Pelaksana pembanguna sudah sejak 2 Agustus kemarin, dan ditargetkan selesai 30 November tahun ini,” jelasnya.

Untuk langkah selanjutnya, pelaksana proyek akan melanjutkan pembangunan jembatan sepanjang 22 meter dan lebar 9 meter ini dengan membangun gelagar, lantai jembatan hingga finishing. Diharapkan bisa selesai tepat waktu, sehingga bisa digunakan masyarakat untuk aktivitas.

Kutnadi Warga Desa Sidorejo yang sering melewati jembatan tersebut berharap bisa segera selesai. Karena dia sering melewati jembatan sementara yang terbuat dari bambu, yang berada di samping fondasi jembatan baru tersebut.

Warga dari kedua desa dan kecamatan sering berlalu lalang lewat jalan bambu. Selain kini kondisinya sudah mulai memprihatinkan, juga hanya bisa dilewati motor, serta masih harus bayar. Padahal potensi ekonominya besar, jika kedua wilayah bisa tembus lalu lintas. Selain membantu pendidikan juga dagang.

“Warga sini berharap jembatan bisa segera terbangun, karena sangat dibutuhkan untuk beraktivitas,” ungkapnya. (han/lis)