BIKIN BANGGA : Police Commissioner MINUJUSTH Brigadier General Georges-Pierre Monchotte menyematkan penghargaan pada Bripka Danang Pambudi SH. (ISTIMEWA)
BIKIN BANGGA : Police Commissioner MINUJUSTH Brigadier General Georges-Pierre Monchotte menyematkan penghargaan pada Bripka Danang Pambudi SH. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – Bripka Danang Pambudi SH, bukan polisi biasa. Anggota Polres Magelang itu, satu-satunya anggota Polri yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Haiti. Atas prestasinya, Danang pernah mendapatkan penghargaan dari Police Commissioner MINUJUSTH Brigadier General Georges-Pierre Monchotte, Perancis.

TAK lama lagi, Danang akan pulang ke Tanah Air. Tepatnya, bulan depan, pada 17 September 2018. Ia ditugaskan ke Haiti bersama pasukan perdamaian PBB lainnya sejak 17 September 2016.

Dihubungi Jawa Pos Radar Semarang melalui WhatsApp, Bripka Danang Pambudi menuturkan, secara umum kehidupan di Haiti relatif sulit, karena situasi keamanan masih fluktuatif. Bahkan, kata Danang, di beberapa wilayah, cukup rawan.

Danang bercerita, kondisi Haiti sempat memanas, karena bulan lalu pemerintah setempat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu melecutkan resistensi masif. Akibatnya, unjuk rasa terjadi hampir di semua wilayah. Utamanya, di ibukota Port au Prince, tempat ia dan pasukan PBB berdinas. Efek lain, terjadi pemblokiran jalan, pembakaran mobil, perusakan sarana prasarana publik, hingga penjarahan.

“Aktivitas perekonomian dan masyarakat sempat terhenti total selama beberapa waktu. Semua penerbangan ke Haiti bahkan sempat dibatalkan, karena situasi keamanan tidak memungkinkan. Tapi saat ini situasi sudah kembali berangsur normal. Pemerintah juga menunda keputusan menaikkan harga BBM,” beber Danang.

Danang bertugas pada bagian Strategic Planning Section. Salah satu tugas dan tanggung jawabnya adalah membantu, membimbing, dan memfasilitasi transfer database yang digunakan oleh PBB pada misi sebelumnya untuk diserahterimakan kepada Kepolisian Nasional Haiti. Ia juga melatih unit yang ditunjuk oleh Kepolisian Nasional Haiti agar mampu menggunakan database tersebut.

Danang mengaku bangga karena dipilih sebagai salah satu pasukan elite dengan misi perdamaian. “Tugas pada misi perdamaian PBB tidaklah mudah, di manapun misi tersebut berada. Khusus di Haiti, saya ditugaskan untuk melaksanakan pendampingan terhadap Kepolisian Nasional Haiti.”

Haiti sendiri menggunakan Bahasa Perancis dan Creole. Untuk itu, pola pendekatan dengan polisi lokal dilakukan dengan mempertimbangkan budaya dan hierarki setempat.

Ditanya soal penghargaan yang baru ia raih, Bripka Danang mengaku bangga. Ia mendapatkan Medali Penghargaan PBB untuk misi MINUSTAH (14 September 2017) dan Medali Penghargaan PBB untuk misi MINUJUSTH (29 Juni 2018). “Saya bangga, khususnya saat ini menjadi satu-satunya perwakilan Polri/Indonesia pada misi MINUJUSTH di Haiti.”

Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, SH, S.IK, menuturkan, Bripka Danang merupakan sosok yang baik, luwes, disiplin, dan bertanggung jawab. Kemampuan bahasa dan wawasan Bripka Danang cukup baik.

Sebelum terpilih dalam misi perdamaian PBB di Haiti, anggota Satuan Intelijen Keamanan (Satintelkam) Polres Magelang itu harus melalui proses. Di antaranya, tes bahasa Inggris di Polda Jateng pada 2013. Selanjutnya, pemanggilan pelaksanaan latihan bahasa Inggris pada 2015. Setelah itu, mengikuti tes UNSAAT (United Nations Selection Assistance and Assesment Team) pada 2015.

“Setelah itu, mengikuti pembekalan bahasa Perancis oleh Mabes Polri pada 2015 selama 3 bulan. Baru setelah itu, mengikuti proses wawancara melalui telepon dari misi sekitar bulan Juni 2016. Setelah dinyatakan lolos, Bripka Danang mengikuti persiapan pemberangkatan dan pembekalan di Mabes Polri pada Agustus 2016,” beber Kapolres. AKBP Hari mengaku bangga dengan prestasi Bripka Danang. “Apa yang telah dilakukan oleh Bripka Danang diharapkan mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi personel Polri lainnya untuk terus bekerja dan berkarya demi Polri dan Negara Indonesia.” (agus.hadianto/isk)