(Foto karya @djopayde)
(Foto karya @djopayde)

RADARSEMARANG.COM – Kota Magelang merupakan kota terkecil di Provinsi Jawa Tengah. Luasnya sekitar 18,12 kilometer persegi terbagi dalam tiga wilayah kecamatan. Meski begitu, kota ini sarat dengan penghargaan-penghargaan bergengsi kelas nasional.

MASIH cukup hangat, Kota Magelang baru saja menyabet Anugerah Budhipraja peringkat pertama dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Sebelumnya penghargaan serupa pernah diraih selama dua tahun bertutur-turut pada urutan ke tiga. Penghargaan ini diterima Kota Magelang karena dianggap sukses melakukan penguatan sistem inovasi daerah.

Sebenarnya, banyak hal mendorong Kota Magelang getol berinovasi. Alasan paling kuat, sadar akan minimnya kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki. Jalan keluar dipilih dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) untuk membangun kota menjadi lebih maju dan bisa bersaing dengan kota besar lainnya.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito banyak berperan dalam hal ini, termasuk gaya kepemimpinannya yang terbuka. Dibantu wakilnya, Windarti Agustina, Sigit menggelorakan semangat organisasi perangkat daerah (OPD) dan BUMD untuk berinovasi. Bahkan, budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjalar ke masyarakat umum melalui lomba kreativitas dan inovasi (krenova) dan menyentuh kalangan pelajar melalui kegiatan-kegiatan yang dihelat oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang.

Sigit bercerita, Anugerah Budhipraja diberikan atas kesungguhan Kota Magelang dalam mengembangkan budaya inovasi, pembangunan infrastruktur serta suprastruktur teknologi inovasi, peningkatan SDM di daerah dalam mengadopsi dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

Dia meyakini, prestasi ini tidak akan bisa digengam tanpa peran semua lini. Pasalnya, penilaian yang dilakukan tim penilai mengerucut pada potret tata kelola Pemkot Magelang terhadap pelayanan masyarakat. Karena itu, Sigit meminta sinergitas tersebut terus terjaga.

“Prestasi ini harus kita pertahankan. Saya juga akan mengevaluasi program-program Pemkot yang sudah berjalan. Tujuannya, agar pengelolaan kota semakin profesional dan memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam rangka melayani masyarakat Kota Magelang,” kata Sigit.

Kepala Balitbang Kota Magelang, Arif Barata Sakti menuturkan pemerintah daerah senantiasa memperhatikan masalah litbang. Setiap tahunnya, Litbang memfasilitasi 10 karya inovasi yang berpotensi untuk mendapatkan hak atas kekayaan intelektual (HaKI). Sementara lima karya inovasi lainnya juga difasilitasi dalam hal pengembangan.

“Anugerah Budhipraja pada dasarnya adalah pencapaian tertinggi bagi daerah di bidang pemanfaatan teknologi dan inovasi. Tahun ini kita meraih posisi teratas. Kita berhasil mengalahkan 4 finalis lain seperti Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Wonogiri,” ujarnya.

Arif juga mengungkapkan, pemerintah daerah senantiasa melakukan pembibitan inovator-inovator cilik. Baru saja ia mengadakan Robot Soccer Competition yang diikuti sekitar 50 tim dari berbagai SMP se-Kota Magelang. Kompetisi robotik ini juga menjadi ajang apresiasi bagi para pelaku iptek.

“Dari kegiatan ini, inovasi dan kreativitas anak-anak terasah. Target ke depan, para pelajar itu berani mengikuti lomba krenova tingkat kota,” tambahnya.

Menurut Arif, kemampuan dan keterampilan para generasi milenial harus diarahkan melalui kegiatan positif dan menyenangkan. Diakui, mereka termasuk generasi yang melek teknologi, dan menjadi aset masa depan. (adv)