Korban Dibakar Bernama Devi

Kasus Pembunuhan Warga Wonosobo

9701
Kristiyan Ari Wibowo (DOKUMENTASI)
Kristiyan Ari Wibowo (DOKUMENTASI)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kasus pembunuhan sadis dengan cara dibakar yang dilakukan tersangka Kristiyan Ari Wibowo, 31, pada 2011 silam di Blora mulai terkuak. Aparat Polrestabes Blora berhasil mengungkap nama korban perempuan warga Wonosobo tersebut.

Sebelumnya, kasus yang sudah 7 tahun berlalu ini terbongkar setelah tersangka Kristiyan dibekuk usai membunuh dengan cara yang sama terhadap caddy golf Ferin Diah Anjani, 21, warga Perum PGRI RT 04 RW 16 Klipang, Sendangmulyo, Tembalang pada Rabu (1/8) lalu.

“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, dari pengakuan Kristiyan hanya mengatakan, jika korbannya pada 2011 itu berasal dari Wonosobo. Dia mengatakan namanya Devi,” ungkap Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (14/8).

Namun demikian, pihak kepolisian masih memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam mencari identitas nama sebenarnya korban tersebut. Sebab, menurut keterangan pelaku, lanjut Heri, Kristiyan mengenal korban melalui perantara seseorang.

“Kenal dari germo dan sebentar. Apalagi hanya sekali bertemu, kemudian diajak kencan dan akhirnya dibunuh,” bebernya.

Modus pembunuhan yang dilakukan terhadap Devi pada 2011 ini bisa dikatakan hampir sama saat Kristiyan membunuh Ferin Diah Anjani. Yakni, korban dipukul menggunakan barbel ukuran berat 2 kg.

“Sama, yakni sebelumnya diajak kencan di sebuah hotel di Kota Semarang. Setelah disetubuhi, korban dieksekusi dengan cara dipukul kepalanya dengan barbel. Selanjutnya korban dibawa ke Blora lalu dibakar di hutan jati,” jelasnya.

Jenazah Devi dibakar di petak 62 C, KRPH Kalonan, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora. Sedangkan motif pembunuhan ini, lanjut Heri, sama dengan kasus pembunuhan terhadap Ferin Diah Anjani.

“Motifnya sama, pelaku Kristiyan ingin menguasai harta korban. Yang ini, pelaku menguasai mobil korban, dibawa kabur,” terangnya.

Selanjutnya mobil korban dibawa ke Bali. Namun, tidak selang lama, mobil hasil kejahatan tersebut ditarik oleh pihak leasing karena masih kredit. Saat ini, pihaknya masih mencari mobil tersebut, dan menelusuri identitas lengkap korban asal Wonosobo ini.

Terkait adanya informasi kasus penemuan mayat yang dibakar di Sragen pada 2012 sampai 2014 silam, yang pelakunya juga diduga Kristiyan, pihaknya mengatakan, dari keterangan pelaku belum menyampaikan hal itu. “Kalau dari pengakuan pelaku, sementara ini hanya dua (perempuan). Ini masih dalam penyelidikan,” tegasnya.

Seperti diketahui, mayat Devi ditemukan kali pertama pada Minggu, 7 Agustus 2011 sekitar pukul 09.30 oleh Suwoto dan Wardi, pegawai Perhutani saat patroli. Tidak ada identitas apapun yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Hal itulah yang membuat polisi saat itu kesulitan mengungkap identitas korban sampai sekarang.

Setelah bekerja keras melakukan penyelidikan, pihak kepolisian berhasil mengungkap beberapa ciri-ciri korban Devi. Di antaranya berjenis kelamin perempuan, usia sekitar 23 tahun, memiliki ciri fisik berambut warna hitam kemerahan hasil dicat. Selain itu, memaki bra (BH) bermotif loreng macan, baju warna krem, gelang krepyak, anting-anting, cincin di jari kanan, dan handuk bertuliskan HK Belleview Smg 2.9.10. Tak hanya itu, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti  botol bensin dan barbel 2 kg.

Dari hasil otopsi, jenazah korban hangus terbakar. Namun rambut dan sebuah handuk yang melilit di kepala masih utuh. Saat meninggal, korban tidak dalam keadaan hamil. Sebab, kandungannya kosong.  Tenggorokan korban juga bersih tidak ada jelaga. Namun bagian kepala belakang sebelah kiri mengalami luka robek. Begitu juga dengan kepala bagian belakang sebelah kanan. Hidung korban juga patah. Ini akibat benturan benda tumpul. Pelipis atas mata kanan juga robek. (mha/aro)