113 Motor Berknalpot Brong Diamankan

557
LARANGAN : Kasatlantas Polres Batang AKP M Adiel Aristo menunjukkan beberapa contoh knalpot modifikasi yang dilarang digunakan di jalan raya umum, Selasa (14/8/2018). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
LARANGAN : Kasatlantas Polres Batang AKP M Adiel Aristo menunjukkan beberapa contoh knalpot modifikasi yang dilarang digunakan di jalan raya umum, Selasa (14/8/2018). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sebanyak 113 motor dengan knalpot modifikasi ‘brong’, diamankan Satlantas Polres Batang, melalui operasi rutin yang digelar selama sebulan terakhir ini. Selain melanggar parturan berkendara, motor tersebut juga dianggap mengganggu keteritiban dan bisa menimbulkan gangguan bagi orang lain.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang AKP M Adiel Aristo mengatakan, ratusan sepeda motor yang diamankan tersebut, terbukti melanggar pasal 285 ayat 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Kelaikan Teknis Kendaraan di Jalan.

“Kami tangkap karena memang ada dasar hukumnya. Selain itu jelas lebih banyak sisi negatif dalam menggunakan sepeda motor yang tidak menggunakan knalpot standar. Antara lain menimbulkan polusi suara, memicu konflik sosial atau gesekan antarwarga apalagi menjelang masa kampanye,” katanya.

Pihaknya tidak serta merta mengambil motor tersebut. Polisi akan menyerahkan kembali sepeda motor itu dengan syarat pemilik sanggup mengembalikan fungsi dan kondisi kendaraan sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tersebut. Serta harus bisa menunjukan kelengkapan surat kendaraan yang sah dan memasang kembali knalpot standar.

“Apabila sepeda motor itu tidak diambil pemiliknya maka knalpot modifikasi akan dimusnahkan. Jika pemilik sepeda motor mau mengambil sepeda motornya maka harus memasang kembali knalpot standar, membuat surat pernyataan tidak mengulang lagi perbuatannya,” tegasnya.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi pemasangan knalpot modifikasi, Satlantas Polres Batang akan lebih menggiatkan sosialisasi pada pemilik toko onderdil atau modifikasi kendaraan tidak sembarangan menjual alat tersebut.

“Sebenarnya penggunaan knalpot modifikasi boleh saja, namun hanya pada kegiatan resmi atau balapan resmi. Itu pun saat motor dibawa ke area balap, harus diangkut dengan kendaraan kabin ganda, tidak boleh dikendarai,” jelasnya.

Bahkan diungkapkan kasatlntas, dari 113 sepeda motor yang diamankan tersebut, pemilik kendaraan juga ada yang tidak bisa menunjukan kelengkapan surat kendaraan yang sah. Sehingga  Satlantas akan menyita dan mengamankan bagi sepeda motor tersebut. (han/lis)