Yayasan Sunan Kalijaga Tolak Gebyar Idul Adha

387

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Yayasan Sunan Kalijaga maupun Lembaga Adat Kadilangu (LAK) menolak rencana kegiatan Gebyar Idul Adha yang sedianya digelar pada 25 Agustus mendatang. Sedianya, kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Kadilangu tersebut diduga mencatut nama ahli waris Sunan Kalijaga.

Pengurus Yayasan Sunan Kalijaga, R Agus Supriyanto menegaskan, kegiatan yang dikemas dalam bentuk pembagian daging kurban dan pemberian doorprize tersebut  dijalankan sejumlah oknum yang mengatasnamakan ahli waris Kadilangu bersama masyarakat.

“Apalagi, kegiatan ini kita lihat ada campur tangan pihak asing. Lalu ada motivasi apa dengan menggelar kegiatan Gebyar Idul Adha tersebut?,” kata Agus saat konferensi pers di gedung Pangeranan Kadilangu, kemarin.

Informasi yang diterima pihak Yayasan Kadilangu, bahwa kegiatan gebar tersebut melibatkan Azhar bin Wahab, seorang warga Malaysia yang diduga akan membiayai semua kegiatan itu. Diantaranya menyumbang 22 ekor sapi untuk kurban. Agus menambahkan, Azhar mengaku sebagai  keturunan Sunan Kalijaga dan bangsawan asal Kelantan. Ia bergelar Yang Mulia Datu Tuan Raja Azhar bin Yang Mulia Datu Raja Wahab.

“Dia mendirikan Yayasan Raja Sakti at Thomim Sunan Kalijaga untuk menyalurkan bantuan sapi tersebut. Nah, Azhar bin Wahab ini bukan ahli waris Sunan Kalijaga. Jadi, tidak ada hubungan kekerabatan sama sekali dan dia bukan seorang raja,” ungkap R Agus Supriyanto.

Pihak Yayasan Sunan Kalijaga menyayangkan adanya kegiatan itu. Sebab, dalam kasus yang beda, Kerajaan Malaysia juga dengan tegas melarang bahkan mengharamkan segala bentuk kegiatan yang dijalankan Azhar bin Wahab tersebut. “Kita tidak ingin ada kegiatan yang ditumpangi aliran wahabi yang justru bisa merusak Islam Indonesia,” katanya.

Agus mengatakan, selaku ahli waris Sunan Kalijaga, Yayasan maupun LAK akan mempertahankan serta melestarikan ajaran Sunan Kalijaga berlandaskan ahlussunnah wal jamaah. (hib/bas)