Waspadai 8 Masalah Asmara yang Sama Buruknya dengan Selingkuh

170

JawaPos.com – Perselingkuhan atau pengkhianatan adalah kesalahan yang biasanya tak bisa ditoleransi. Sebetulnya tak hanya selingkuh, tetapi ada berbagai masalah lain yang sama buruknya dengan selingkuh yang juga bisa mengancam keutuhan hubungan.

Dilansir dari YourTango, Selasa (14/8), bukan hanya selingkuh, ada beberapa masalah yang bisa memicu pertengkaran dan perpisahan dalam sebuah hubungan. 

Tak Cinta Lagi

konflik asmara, tanda hubungan tak sehat,
Ribut terus menerus sama buruknya dengan selingkuh. (Istimewa)

Pada awalnya, jatuh cinta berwarna-warni. Tapi seiring berjalannya waktu, baik karena jenuh dengan pasangan atau kita mulai melihat kekurangan mereka, keajaiban cinta mulai memudar. Maka percikan cinta bisa hilang.

Akumulasi Sikap Negatif

Karakter yang buruk atau perilaku pasangan yang tidak pantas dapat menyebabkan kemarahan terhadap pasangan. Jika kekasih membuat merasa tidak nyaman, maka benar-benar harus mendiskusikannya. Jika tidak, cepat atau lambat semua emosi negatif akan pecah.

Ribut Terus-menerus

Selalu menghina atau mengkritik pasangan bisa memicu pertengkaran terus-menerus. Padahal hubungan yang kuat didasarkan pada kompromi timbal-balik.

Cemburu

Cemburu berlebihan membuat ketidaknyamanan. Kecemburuan adalah perasaan negatif yang membuat kita menyalahkan orang yang kita cintai karena ketakutan batin kita sendiri. Ini masalah serius yang dihadapi banyak pasangan. Aturlah emosi dengan sehat.

Kurang Komunikasi

Mengendalikan emosi memang penting tetapi mengekspresikannya lebih penting. Maka kurangnya komunikasi adalah masalah umum yang sering dihadapi pasangan. Namun hal itu bisa menjadi masalah serius.

Menipu Pasangan

Membohongi dan menipu pasangan tentu akan membuat pertengkaran. Sebab kunci sehatnya hubungan adalah kejujuran.

Takut Kesepian

Ini adalah ketakutan berlebihan, sehingga seseorang bisa sangat posesif kepada pasangannya. Hal itu bisa membuat pasangan tak nyaman.

Bohong demi Kebaikan

Meskipun bohong demi kebaikan tidak berbahaya, namun hubungan yang sukses didasarkan pada kepercayaan. Kuncinya adalah kejujuran agar pasangan tak kecewa.

(ika/ce1/JPC)