Tiga Pemain Timnas U-16 Ditawari Gabung PSIS

549
BIKIN BANGGA: Tiga pemain Timnas Indonesia U-16, Kartika Vedhayanto, Ernando Ari Sutaryadi dan Bagus Kahfi berfoto dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, dan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. (ADITYO DWI/Jawa Pos Radar Semarang)
BIKIN BANGGA: Tiga pemain Timnas Indonesia U-16, Kartika Vedhayanto, Ernando Ari Sutaryadi dan Bagus Kahfi berfoto dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, dan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. (ADITYO DWI/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dua pemain Timnas Indonesia U-16 asal Kota Semarang, Ernando Ari Sutaryadi (kiper) dan Kartika Vedhayanto (pemain bertahan) mendapatkan sambutan hangat saat mendatangi Balai Kota Semarang, Senin (13/8). Dua siswa SMA Negeri 11 Semarang ini disambut langsung Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi. Sejumlah PNS yang didominasi wanita bahkan rela berdesakan untuk meminta foto selfie dengan kedua pemain tersebut.

Wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut langsung mengundang keduanya datang ke balai kota untuk memberikan apresiasi atas prestasi Ernando dan Kartika yang telah mengharumkan nama Kota Atlas. Menurut Hendi, Ernando dan Kartika telah memberikan kado termanis untuk Kota Semarang dan Indonesia menjelang HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

“Masyarakat Kota Semarang perlu bangga akan raihan yang dicapai Ernando dan Kartika, karena mereka telah bermain sangat heroik saat mengalahkan Timnas Thailand di laga final Piala AFF U-16. Mereka juga menjadi bukti bahwa ada banyak atlet-atlet potensial yang berasal dari Kota Semarang,” ucap Hendi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, Pemkot Semarang akan memaksimalkan seluruh potensi dan bakat yang dimiliki oleh seluruh atlet yang berasal dari Kota Semarang agar dapat meraih prestasi tingkat internasional, seperti Ernando dan Kartika.  “Pemkot Semarang akan menjaga potensi bakat yang dimiliki seluruh atletnya, yakni dengan cara menjamin kesejahteraan mereka baik di bidang pendidikan maupun pembinaan olahraga yang terkelola dengan baik. Nantinya saya akan bekerjasama dengan PSIS Semarang dalam mengelola pembinaan atlet sepak bola usia muda di Kota Semarang,” tambah Hendi.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, yang hadir di balai kota mengatakan, pihaknya sangat siap dan senang apabila memang kedua pemain tersebut ingin bergabung dengan PSIS Semarang. Dalam waktu dekat ini, Yoyok berencana melakukan diskusi dengan kedua orang tua Ernando maupun Kartika untuk membahas perjanjian kontrak kedua pemain tersebut.

“Tentunya kami sangat bangga dan senang apabila Ernando dan Kartika menginginkan untuk bergabung bersama PSIS Semarang, bahkan kami siap memberikan kontrak jangka panjang yang berdurasi 10-15 tahun ke depan,” ucap Yoyok.

Menanggapi hal itu, Nando –sapaan Ernando,  dan Kartika kompak masih ingin fokus belajar dan membela Timnas U-16 dalam laga-laga selanjutnya meski tawaran dari berbagai pihak sudah datang. “Saya ingin meneruskan pendidikan dulu, belum kepikiran mau masuk klub mana,” kata Nando.

Sedangkan Kartika meski masih mempertimbangkan godaan itu karena dia pernah berkeinginan mengikuti jejak sang ayah, Trimur Vedayanto, yang pernah bermain untuk PSIS. “Ingin ikut jejak bapak membela Semarang. Tapi ini fokus timnas dulu dan belajar,” papar Kartika malu-malu.
Saat di balai kota, Ernando dan Kartika tidak datang sendirian. Mereka juga ditemani anggota keluarganya. Keduanya mengaku berterimakasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang selalu memberikan dukungan saat mereka berlaga di Piala AFF U-16. “Kami sangat termotivasi bisa mengukir sejarah bagi sepak bola Indonesia, karena selama ini belum pernah kita menang di Piala AFF U-16. Kita juga merasa sangat terbantu dengan dukungan 35.000 suporter yang hadir di stadion saat itu, mereka membuat semangat juang dari seluruh pemain menjadi berkobar,” kata Nando.

Kiper kelahiran Semarang, 27 Februari 2002 ini menceritakan momen saat ia berhasil menepis dua tendangan penalti pemain Thailand saat laga final Piala AFF U-16 lalu. Dalam hati Nando membayangkan apabila tendangan tersebut bisa ditepis, maka sejarah baru persepakbolaan Indonesia akan tercipta. “Saya berusaha menunjukkan gestur yang tenang saat menghadapi adu penalti agar lawan merasa tidak percaya diri, karena saya tahu penendang dari tim lawan pasti punya beban yang lebih besar dibandingkan saya,” kata warga Sambiroto, Tembalang ini.

Nando juga bercerita saat dirinya dan rekan-rekannya mengalahkan Timnas Malaysia di semifinal, ia sempat termotivasi oleh judul berita di koran ‘Perjuangan Kita Belum Selesai’. Dari situlah seluruh pemain merasa termotivasi untuk bisa mendapatkan gelar juara. Sampai sejauh ini sudah ada sejumlah klub yang menawarinya kontrak, namun dirinya mengaku masih ingin fokus pada Piala AFC yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada September mendatang.

“Saya dan Kartika hanya punya waktu seminggu untuk bertemu dengan keluarga. Setelah itu, kami akan kembali mengikuti training camp menjelang Piala AFC U-16 di Malaysia. Kami minta doa dan dukungan agar bisa mencapai semifinal. Dengan begitu, kami akan otomatis lolos dan dapat berlaga di Piala Dunia U-16,” tambah Nando.

Dalam pertemuan itu datang menyusul topskorer Piala AFF U-16, Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri. Pemuda asal Magelang itu juga datang bersama keluarganya. Sama dengan Nando dan Kartika, ia juga digoda bergabung PSIS, karena pernah merumput di Semarang. Meski demikian, Bagus tegas sedang fokus mempersiapkan Piala Asia dan punya cita-cita ke liga Jepang. Ia juga lebih rutin berlatih termasuk di rumah bersama saudara kembarnya, Bagas. “Pinginnya Insya Allah ke liga Jepang, menantang. Sementara ini masih fokus Timnas dulu,” ujar Bagus.

Selain ke balai kota, ketiga pemain timnas U-16 ini juga bertemu dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di kantornya (13/8). “Seluruh pemain dan manajemen Timnas Indonesia tentu berterimakasih kepada semua warga yang telah mendukung kami, dan kami berharap dukungan tersebut akan terus ada saat menang maupun kalah,” kata Bagus, yang telah mencetak 12 gol ke gawang lawan. (cr2/aro)