Raih Penghargaan Tertinggi, Lakukan Banyak Inovasi

Sepuluh Tahun Bupati Musthofa Pimpin Kudus

118
PAMITAN: Juru parkir menangis di hadapan Bupati Musthofa karena merasa berat melepas bupati dua periode tersebut memimpin Kudus kemarin. (PEMKAB KUDUS FOR RADAR KUDUS)
PAMITAN: Juru parkir menangis di hadapan Bupati Musthofa karena merasa berat melepas bupati dua periode tersebut memimpin Kudus kemarin. (PEMKAB KUDUS FOR RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Bupati Kudus H. Musthofa banyak menorehkan prestasi atas kepemimpinan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Prestasi tertinggi dan bergengsi adalah diraihnya penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI atas kinerja terbaik penyelenggaraan pemerintahan selama tiga tahun berturut-turut.

Prestasi tersebut memberikan warna tersendiri bagi Kabupaten Kudus yang sebelumnya belum pernah meraih penghargaan tersebut. Apalagi penghargaan Parasamya tahun ini yang diraih Kudus merupakan satu-satunya bagi kabupaten/kota di Indonesia.

”Tentunya ini bukan akhir sebuah capaian prestasi. Bukan pula sebagai tujuan. Karena tanggung jawab sebagai bupati tentu adalah kesejahteraan masyarakat dengan pembangunan di segala sektor,” kata Musthofa yang meraih gelar doktor ilmu sosial di akhir 2017 lalu.

Selain itu, prestasi demi prestasi telah diraihnya sejak 2008 lalu. Setidaknya ada 56 penghargaan level nasional yang berlabuh ke Kudus. Antara lain, Adipura Kencana pada 2017, penghargaan Upakarti atas jasa kepedulian usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama enam kali berturut-turut.

Berbagai prestasi yang diraih itu merupakan barometer dan bukti kerja keras Musthofa bagi lebih dari 840 ribu jiwa masyarakat Kudus. “Inovasi juga banyak dilakukan, semua bertujuan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Salah satunya memberikan kemudahan bagi masyarakat menyampaikan unek-uneknya mengenai pembangunan di Kudus dengan program berbasis android. Selain itu juga ada  layanan kegawatdaruratan melalui aplikasi K-119. “Program pro rakyat telah lunas saya implementasikan. Meski begitu tetap ada kekurangsempurnaan saya sebagai manusia biasa,” ujarnya.

Musthofa menilai, sepuluh tahun waktunya telah diwakafkan bagi masyarakat tanpa berharap balasan apapun. Selain itu, dia meminta untuk saling mendoakan agar semua diberikan rahmat dan hidayah dari Allah SWT.

“Jangan ingat semua jasa dan kebaikan saya. Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya sebagai bupati. Tetapi ingatkan saya ketika ke depan kita bertemu, sehingga bisa lebih baik dan lebih bermanfaat. Maafkan saya atas segala kesalahan,” pesannya.

Setelah 10 tahun memimpin, warga Kudus merasa sangat kehilangan sosok yang dikenal juga sebagai bapaknya pedagang kaki lima (PKL) tersebut. ”Selama ini Pak Musthofa banyak memberikan fasilitas dan peningkatan kesejahteraan bagi PKL. Di antaranya, pemberian gerobak gratis serta adanya gebyar PKL pada hari jadi PKL,” kata Cindy, salah satu PKL Jalan Sunan Kudus.

Dia sangat berterima kasih, karena sosok Musthofa yang membuat PKL semakin sejahtera dengan kenyamanan berjualan. “Sehingga saya bisa menempuh pendidikan tinggi (kuliah),” imbuhnya yang setiap harinya berjualan nasi tahu telor.

Hal senada diungkapkan Kusriono Urip, salah seorang pegawai Dinas PKPLH. Dia mengaku merasa ada peningkatan kesejahteraan PNS setelah Musthofa menaikkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) lebih dari 100 persen. Tentunya harus diimbangi dengan peningkatan kinerja PNS. “Taman-taman juga tertata baik, Pak Musthofa sudah menata Kudus dengan baik,” jelasnya yang bertugas sebagai petugas kebersihan.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, Bupati Musthofa adalah sosok perfeksionis. Ingin segalanya baik dan sempurna. Untuk itu, tidak salah ketika mengemas acara yang biasa menjadi luar biasa. ”Ini pula yang saya tiru dalam membangun jajaran kepolisian di Kudus,” ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Rektor UMK Dr. Suparnyo. Dia mengatakan, Musthofa berhasil mengangkat kearifan lokal. Yakni Gusjigang yang digelorakan untuk membangun masyarakat Kudus. Termasuk di dalamnya memberdayakan ekonomi rakyat dan semangat belajar sebagaimana dicontohkan Musthofa yang meraih gelar doktor di tengah kesibukannya sebagai bupati. ”Ini yang harus dicontoh dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Semangat belajar yang tak kenal lelah,” kata Suparnyo. (lis/lil)