Gogoh Lele Berlangsung Meriah

137
MERIAH: Lomba gogoh lele yang digelar warga Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring untuk memeriahkan HUT RI 2018. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH: Lomba gogoh lele yang digelar warga Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring untuk memeriahkan HUT RI 2018. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Ada hal perlombaan unik yang digelar warga Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring. Memeriahkan HUT RI Ke-73, ratusan warga larut dalam kemeriahan perlombaaan gogoh ikan lele di kalen (sungai irigasi kecil) desa setempat.

Gogoh ikan adalah menangkap ikan menggunakan tangan kosong atau tanpa bantuan alat. Meriah, warga harus berbasah-basah ria ditengah kubangan air yang keruh. Apalagi tantangannya tekstur ikan lele yang licin menjadi ikan sulit ditangkap. Namun hal itu menjadi kemeriahan tersendiri.

Bahkan ratusan warga yang melintas ikut menonton dan banyak menjerit histeris  karena geregetan melihat ikan yang ditangkap kemudian lepas lagi karena licin. Peserta dari semua kalangan mulai dari para bapak, ibu hingga anak-anak kecil ikut dalam lomba.

Meskipun hadiahnya tak seberapa, namun warga rela berkotor-kotor untuk membangun semangat kekeluargaan dan kebersamaan. Selain itu untuk menyemerakkan HUT RI. Salah satu peserta, Sutiana mengaku kesulitan menangkap ikan. Ia pun harus merelakan dasternya sebagai jaring. “Setelah masuk dalam daster, kemudian saya tangkap menggunakan tangan. Karena tidak boleh menangkap menggunakan alat apapun,” katanya.

Kesulitannya lagi, adalah saluran irigasi tempat lomba airnya keruh. Sehingga para peserta kesulitan untuk menangkap ikan. Sebab ikan menjadi tidak nampak. “Sehingga harus benar-benar merasakan dengan kaki dan tangan untuk bisa menangkap ikan lele,” tandasnya.

Panitia pelaksana, Sukadi mengatakan lomba gogoh lele tersebut dilakukan di  sungai irigasi sepanjang 100 meter. “Ada setengah kuintal ikan lele ditebar di  sungai irigasi dan diperebutkan semua  warga RT 3 RW 2,” katanya.

Sukadi berharap dengan adanya lomba tersebut bisa menjalin silaturahmi dan menambah erat persaudaraan antar warga. “Lomba ini baru pertama kali digelar dan hasilnya sangat meriah, bahkan warga dari desa lain ikut menonton perlombaan ini,” akunya. (bud/bas)