Ajak Maba UKSW Jadi Agen Perubahan

486
MAHASISWA BARU: Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara mengalungkan tanda peserta pada dua peserta OMB UKSW 2018 dalam acara Pembukaan, pagi ini di lapangan Sepakbola. (UKSW FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAHASISWA BARU: Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara mengalungkan tanda peserta pada dua peserta OMB UKSW 2018 dalam acara Pembukaan, pagi ini di lapangan Sepakbola. (UKSW FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Neil Semuel Rupidara, secara resmi membuka kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) 2018, Senin (13/8) pagi. Upacara pembukaan OMB UKSW tahun ini diadakan di Lapangan Sepakbola dan diikuti 3.692 mahasiswa baru (maba) beserta pimpinan Universitas dan Fakultas. Keragaman budaya sudah mulai terasa di pembukaan OMB hari ini dimana mahasiswa baru mengenakan pakaian batik.

Pengalungan tanda peserta kepada dua mahasiswa menjadi tanda pembukaan OMB tahun ini. Dua mahasiswa tersebut adalah Veronika Eva dari Fakultas Interdisiplin asal Salatiga dan Juan E G Kause mahasiswa Fakultas Teologi asal Kupang. Pembukaan dilanjutkan dengan pemukulan gong, pelepasan balon dan burung merpati oleh Rektor UKSW didampingi pimpinan universitas dan fakultas.

Rektor UKSW mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru UKSW 2018 yang datang dari berbagai latar belakang budaya, suku, ras, agama yang ada di Indonesia. Rektor mengajak mahasiswa agar mampu berkontribusi pada kehidupan masyarakat sekitar, bangsa dan negara dengan ciri creative minority yang dimiliki UKSW.

“Selamat datang di kampus Indonesia Mini, selama kurang lebih empat tahun anda akan di didik di UKSW, meskipun berbeda usia dan jarak pengetahuan, kita sama-sama belajar karena kita adalah satu persekutuan. Bersama dengan dosen, anda akan dibentuk untuk menjadi agen perubahan, dan memiliki kreativitas,” kata rektor dalam sambutannya.

Neil juga mengajak mahasiswa baru UKSW turut aktif berperan menyelesaikan persoalan yang ada dimasyarakat. Hal ini dikatakannya dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat baik di tingkat fakultas maupun universitas.

Selesai upacara pembukaan OMB, mahasiswa baru juga mengikuti ibadah Senin yang rutin dilakukan UKSW. Ibadah kali ini bertajuk Ibadah Akbar OMB UKSW 2018 dan diisi dengan ragam etnis yang ada di kampus ini.

Dalam ibadah akbar hari ini diadakan pengumpulan persembahan sukarela untuk korban bencana alam di Lombok. “Jumlah yang terkumpul dari persembahan ada dua puluh tiga juta dua ratus dua ribu lima puluh rupiah. Semua akan kami salurkan untuk  korban gempa di Lombok,” Elvira Hoesein Radia, ketua panitia OMB 2018.

Lebih lanjut disampaikan Elvira, rangkaian OMB 2018 masih akan berlangsung sampai Jumat (18/8) dan akan dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian masyarakat di tanggal 23 dan 24 Agustus. Tema yang diusung tahun ini adalah We Are The Creative Minority.

“Sebagai penutup, menggandeng Pemkot Salatiga kami akan mengadakan karnaval OMB 2018 sebagai bentuk kulonuwun mahasiswa baru UKSW ke masyarakat Salatiga pada satu September mendatang,” pungkasnya. (sas/bas)