Sudah Juara, Masih Punya PR Tingkatkan Efisiensi

Menilik Mobil Listrik Buatan Mahasiswa Polines

185
KARYA BERSAMA : Mahasiswa perancang Polines Mobil Listrik (PML) Abimanyu berfoto dengan hasil karya mereka. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KARYA BERSAMA : Mahasiswa perancang Polines Mobil Listrik (PML) Abimanyu berfoto dengan hasil karya mereka. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Mobil ini sudah menyabet juara di beberapa kompetisi. Mobil berjuluk Polines Mobil Listrik (PML) Abimanyu ini akan terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensinya. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

TIMNYA bernama Green Peanut. Tidak ada yang tahu mengapa nama ini dipakai. Sebab, sudah sejak angkatan sebelumnya, nama ini sudah menjadi identitas kelompok perancang mobil listrik Polines Semarang ini. Dengan kata lain, nama ini sudah turun temurun begitu saja.

Namun yang terpenting, mereka bisa terus berkarya menciptakan mobil dengan segudang inovasi. Untuk mobil yang satu ini, mulai dari rangka, body dibuat dengan custom. Kaki-kaki mereka menggunakan ban vespa. Sementara mobil ini digerakkan 2 motor berkapasitas 1000 W yang terpasang di kanan dan kiri mobil.

Satu keunggulan dari mobil ini, dikatakan Ilham Faqih, salah satu perancang adalah dalam hal efisiensinya. Dengan konstruksi frame tubular, konstruksi untuk konsep mobil balap, mobil ini digadang-gadang memiliki efisiensi yang cukup baik. Dijelaskan, daya keluar dari mobil ini hampir mendekati daya masukannya. ”Kami akan melakukan perbaikan pada pembuatan body dan elektrikal. Supaya efisiensinya meningkat lagi,” ujarnya.

Ia menyebut, meningkatkan efisiensi memang menjadi salah satu pekerjaan rumahnya. Mereka ingin efisiensi mobil bisa meningkat seiring dengan meningkatnya kecepatan mobil.

”Termasuk memperbaiki daya tanjak, dan slalom demi mengukir prestasi yang lebih gemilang. Tapi ini perlu riset. Akan kami kembangkan lagi. Kami tidak berhenti puas sampai di sini,” kata dia.

Tercatat, mobil ini sempat menyabet juara umum 2 lomba mobil listrik nasional di tahun 2017. Dalam perlombaan yang sama, PML Abimanyu berhasil membawa pulang peringkat 2 slalom dan juara 3 dalam hal kecepatan. ”Kesulitan yang kami alami hanya pada setting elektrikalnya. Ini akan terus kami sempurnakan,” ujar Faqih.

Diceritakan olehnya, mobil yang dirancang lintas angkatan oleh Ilham Faqih, Wahyu Ramadhan, Aldi pradana, Isnandar, Aditya Gangsar (Ketua) serta Dian Prasetyo, (Ketua), Rahmat Fadhila, Begawan Nur Aziz, Rifqi Muhammad Yovatama membutuhkan waktu pengerjaan selama kurang lebih satu semester. Tak tanggung-tanggung, mereka membangun mobil listrik balap ini setiap malam, karena di siang hari mereka masih memiliki kewajiban kuliah. ”Begadang hingga subuh dan tidur di bengkel menjadi hal biasa bagi kami,” celetuknya.

“Kalau libur kita garapnya siang. Tapi juga sampai malam,” sambungnya.

Hingga terbangun, mobil ini sudah menghabiskan dana sekitar Rp 30 juta. Dana ini, ujarnya, diperoleh dari instansi maupun pencarian sponsor. Selain itu, mereka juga mengupayakan melalui dana usaha (danus) untuk menyokong biaya demi rampungnya mobil mereka. ”Kami nyebar sponsor kemana-kemana. Kami juga harus meyakinkan institusi bahwa mobil listrik kami mampu meraih juara untuk mendapatkan dana,” kata dia.

Bersama kawan-kawan ia berharap mobilnya mampu mengukir prestasi yang lebih tinggi. Ia menargetkan bisa mengikuti kompetisi skala Internasional ke depannya. ”Kami siapkan dulu untuk KMHE. Kalau bisa ke depan ikut kompetisi yang lebih tinggi tingkatannya,” ujarnya berharap. (*/ida)