RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang menyatakan satu bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Gerindra tidak memenuhi syarat (TMS) dan masuk dalam daftar caleg sementara (DCS). Satu bacaleg tersebut dinyatakan TMS karena hingga batas akhir perbaikan, tetap tidak menyerahkan kelengkapan persyaratan.

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto Amran, Minggu (12/8) usai rapat pleno terbuka penetapan daftar calon sementara (DCS) di Hotel Atria, Kota Magelang, mengatakan, satu orang bacaleg yang dinyatakan TMS tersebut berada di daerah pemilihan Kota Magelang 3.

Basmar menyebutkan, Partai Gerindra semula mengajukan tujuh nama, tetapi satu orang tak melengkapi kekurangan hingga batas akhir perbaikan.

“Bacaleg tersebut sebenarnya dapat diganti, tetapi dari pihak partai tak melakukan penggantian. Oleh karena itu, satu orang bacaleg tersebut dinyatakan tak memenuhi syarat dan tak lolos sebagai DCS,” papar Basmar.

Lanjut Basmar, bacaleg yang dinyatakan TMS merupakan perempuan namun tidak akan mempengaruhi kuota keterwakilan perempuan sebesar 30 persen.

Selain terdapat bacaleg yang TMS, pihaknya juga mendata terdapat sejumlah bacaleg yang tidak melengkapi persyaratan dalam masa perbaikan. Namun, menurut dia, akhirnya dari pihak partai politik telah mengajukan bacaleg pengganti dan semua dinyatakan memenuhi syarat.

Dalam rapat pleno tersebut, pihaknya menetapkan 247 bacaleg menjadi DCS anggota DPRD Kota Magelang pada Pemilu 2019. Jumlah DCS tersebut, menurut Basmar, semula 248 pendaftar sebagai bacaleg, kini menjadi 247 orang bacaleg.

Basmar menegaskan, setelah DCS ditetapkan, seluruh partai politik tidak dapat melakukan penggantian terhadap bacaleg. Kecuali, menurut Basmar, adanya masukan dari masyarakat bahwa bacaleg yang bersangkutan memiliki ijazah palsu dan perlu diklarifikasi, atau tindakan kriminal dan sudah divonis.

Selain itu, menurut Basmar, bacaleg yang ditetapkan dalam DSC bisa diganti jika bacaleg tersebut meninggal dunia atau mengundurkan diri jika ternyata yang mengundurkan diri adalah perempuan sehingga mempengaruhi kuota keterwakilan perempuan di satu daerah pemilihan.

Sementara, Komisioner KPU Kota Magelang, Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Singgih Hardjanto, mengatakan, setelah DCS ditetapkan, maka akan ada masa tanggapan atau masukan dari masyarakat.

Untuk itu, menurut Singgih, seluruh partai politik diberikan waktu melakukan klarifikasi pada 29-31 Agustus mendatang. Pihaknya juga memberikan waktu masa pemberitahuan pengganti DCS tanggal 1-3 September, serta pengajuan calon pengganti DCS pada 11-13 September mendatang.

“Setelah itu tanggal 14-20 September 2018 akan dilakukan penyusunan daftar calon tetap (DCT). DCT ini akan ditetapkan pada 21-23 September,” tukas Singgih. (had/lis)