Jembatan Ambrol Tetap Dilalui

391
BERBAHAYA : Mobil pikap melintas jembatan yang nyaris ambrol di Desa Selomanik Kecamatan kaliwiro Kabupaten Wonosobo. (Sigit Rahmanto/ Radar Kedu)
BERBAHAYA : Mobil pikap melintas jembatan yang nyaris ambrol di Desa Selomanik Kecamatan kaliwiro Kabupaten Wonosobo. (Sigit Rahmanto/ Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Warga Desa Selomanik Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo terpaksa melintasi jembatan yang nyaris ambruk agar tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

Sejak awal Januari 2018 jembatan penghubung antara Kecamatan Kaliwiro dan Kalibawang itu ambles. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki.

Menurut Kepala Desa Selomanik, Supardi, warga terpaksa melintasi jembatan tersebut semenjak jalan alternatif yang biasa digunakan juga rusak parah.

Bahkan menurutnya, kecelakaan sering terjadi ketika melewati jalan alternatif itu. Terpaksa warga menimbun dengan pasir dan batu pada ruas jembatan yang ambles itu agar bisa dilalui kembali.

“Sementara ini yang kami lakukan ya secara swadaya masyarakat melakukan gotong-royong, yang penting jembatan bisa tetap dilewati terlebih dahulu,” ungkapnya.

Menurut warga setempat, Wahyono yang sehari-hari sopir truk, dirinya harus mengangkut barang hingga dua kali saat melintas jembatan. “Setiap kali melewati jembatan itu rasanya khawatir bila sewaktu-waktu jembatanya ambruk total. Makanya saya terpaksa harus bolak balik membawa pakan ayam agar bebanya tidak terlalu berat,” jelasnya.

Jika harus melewati jalan alternatif warga harus memutar sepanjang 5 km dengan kondisi jalan yang berkelok dan sempit. Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo, Widi Purwanto meminta warga untuk bersabar. “Karena itu membutuhkan dana besar untuk pembangunan jembatan. Sudah kita ajukan di DAK di 2019. Sementara untuk yang longsor akan didesain kembali, bergeser ke sebelah kanan,” jelasnya.

Sementara ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan kades agar bersedia menghibahkan tanahnya untuk pembangunan jalan. Seperti halnya warga Mlandi yang menghibahkan tanahnya untuk membuka jalan baru ke arah Dieng. (cr1/lis)