Jadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup

370
PASOKAN MENIPIS : PHRI mengadakan bakti sosial donor darah di Hotel Grand Wahid, Jumat (10/8). (Ist)
PASOKAN MENIPIS : PHRI mengadakan bakti sosial donor darah di Hotel Grand Wahid, Jumat (10/8). (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Salatiga (PHRI) mengadakan bakti sosial donor darah di Hotel Grand Wahid, Jumat (10/8). Acara yang dimulai pukul 10.00 ini terbuka untuk umum sekaligus untuk memperingati Dirgahayu Republik Indonesia sekaligus aksi sosial untuk korban gempa di Lombok.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Salatiga sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Salatiga, Muh Haris mengatakan, kegiatan sosial terutama donor darah harus dijadikan gaya hidup baru di masyarakat, khususnya di kalangan remaja. Haris menyebutkan, aksi donor darah belum menjadi budaya disebabkan orang-orang yang masih takut pada jarum dan belum memiliki kesadaran penuh terhadap pentingnya donor darah.

“Kami PMI buka 24 jam, sore pun kami bisa melayani. Dengan adanya momentum 17an, banyak donor darah yang masuk untuk memenuhi kebutuhan yang tinggi disamping kurangnya pendonor,” terang Haris.

Bekerja sama dengan Purna Paskibraka Indonesia, acara ini juga dihadiri Duta Donor Darah Indonesia, Adly Fairus. Dalam acara tersebut, Haris beserta Adly berbincang santai dengan para pendonor usai memberi sambutan. Adly mengapresiasi adanya kegiatan-kegiatan sosial donor darah di beberapa kota termasuk Salatiga.

Menurutnya, kegiatan donor darah yang dilaksanakan pemerintah maupun organisasi bertujuan meningkatkan kegiatan yang positif. “Mudah-mudahan acara seperti ini bisa menjadi acuan teman-teman berkegiatan positif, tidak perlu kegiatan hura-hura. Apalagi tadi saya dengar, acara ini diselenggarakan karena pasokan menipis,” ujar Adly.

Kurang lebih 60 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan kali ini. Dody Rummata, Marcomm GWHS menyebutkan, selain donor darah, juga menyelenggarakan beberapa lomba yaitu lomba vokal group. (mg13/sas/zal)