Tularkan Virus Bike To Work

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM – BERAWAL Dari ajakan sahabat, E-Commerce Komunikasi Patra Semarang Hotel and Convention, Satrio Hartoko saat ini getol untuk kembali menggalakkan kebiasaan sejak kecil yaitu bersepeda.

Ia mengatakan, sejak masih usia SMP tepatnya tahun 1983, memang paling gemar mengayuh sepeda sebagai sarana transportasi ke sekolahnya. Untuk mewujudkan kebiasaan masa kecilnya, ia kembali menggenakan sepeda sebagai sarana menuju kantor atau biasa disebut bike to work.

“Semua kembali muncul sejak 2006 lalu, ketika itu ada teman menceritakan memiliki hobi bersepeda, kemudian saya coba lagi melakukan aktivitas bersepeda. Padahal sudah vakum lama dari 1985 hingga 2005,” kata Satrio Hartoko, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang dikantornya, Jumat (10/8).

Saat ini dirinya sudah memiliki tiga koleksi sepeda, yakni dua jenis sepeda lipat (seli) dengan ring 16 inci, kemudian 1 jenis sepeda MTB-26 (mountain bike). Pria berusia 49 tahun ini mengaku, dirinya getol untuk bersepeda, salah satunya karena setelah melihat kehidupan luar negeri, yang sangat banyak menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi. Untuk itu, ia berharap lebih banyak masyarakat Indonesia yang juga rutin mengunakan sepeda, agar badannya bisa sehat.

“Awalnya saya juga ragu bersepeda,  karena topografi di Semarang naik turun, tapi setelah dicoba dan belajar dengan berbagai komunitas mengenai sepeda, kemudian baru bisa paham ternyata style dan jenis sepeda yang cocok untuk medan disini (Semarang, red) memang banyak, termasuk cara mengoper gigi yang tepat agar tidak terlalu lelah,” ungkapnya.

Ia menilai, orang baru naik sepeda biasanya belum mengenal cara memindah gigi seperti saat ditanjakan. Tak dipungkirinya, saat dirinya pertama belajar juga demikian, namun setelah banyak berkumpul komunitas ia semakin banyak memiliki kenalan, termasuk cyclist dari berbagai daerah.

Adapun rute yang rutin dias tempuh dari rumahnya daerah Mangunharjo, Semarang ke kantornya, Patra Semarang. Ia mengaku bangga karena gerakannya bersepeda, banyak memotivasi rekan-rekan kerjanya untuk ikut bersepeda, hingga kini tercatat sudah ada 8 orang, dimana dua diantaranya cewek.

“Itu saya lakukan seminggu sekali pas hari Jumat, tapi biasanya pas bersepeda tidak pakai istirahat dijalan. Bahkan dari normal jarak tempuh seharusnya 8 kilometer kalau mau lurus terus, tapi biasanya saya ambil jarak supaya bisa lebih jauh lagi, yakni memutar lagi, dengan jarak bisa sampai 19 kilometer,” ujarnya.

Untuk memperbanyak ilmu tentang sepeda ia bergabung dengan Komunitas B-024 sejak 2016, atau yang disebut komunitas Bronton Semarang. Sedangkan kode 024 merupakan Kode Telepon area Semarang. Selain itu, ia juga tercatat sebagai penggerak atau penggiat Komunitas Pesepeda Patra dikantornya yang berdiri sejak 2008 lalu.

“Melalui sepeda banyak hal yang bisa dipetik, salah satunya bisa melakukan aktivitas olahraga, sarana refreshing dan menambah relasi. Itu beberapa manfaat yang sudah saya dapatkan,  jadi sehat, ceria dan banyak teman,” jelasnya. (jks/bas)

Berita sebelumyaMenuju Guru Berkualitas
Berita berikutnyaSederhana Tapi Nyaman
- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

The Rain Meriahkan Dies FTI UKSW

SALATIGA - The Rain, grup musik dari Jogjakarta menghangatkan puncak peringatan Dies Natalis XII Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Rabu (30/9) malam. Sepuluh lagu dilantunkan...

Kampoeng Steak, Menu Beragam dan Nikmat

SALATIGA–Meski saat ini banyak cafe steak bermunculan, namun Kampoeng Steak (KS) di Jalan Monginsidi yang memiliki cita rasa khas, tetap menjadi jujugan para pecinta...

Bambang Pacul Bantah Ingin Nyalon Gubernur

SEMARANG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah, Bambang Wuryanto membantah dirinya mengincar kursi Gubernur Jateng pada 2018...

18 Kali Curi Motor, 2 Remaja Ditangkap

GAJAHMUNGKUR – Masih muda tapi sudah menjalankan kejahatan dengan profesional. Itulah yang ada pada sosok AM, 17, warga Semarang Utara dan NZ, 16, warga...

More Articles Like This

- Advertisement -