Tularkan Virus Bike To Work

1372
KETAGIHAN: Satrio Hartoko saat ini rutin bersepeda baik ketika bekerja maupun dengan komunitasnya. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KETAGIHAN: Satrio Hartoko saat ini rutin bersepeda baik ketika bekerja maupun dengan komunitasnya. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – BERAWAL Dari ajakan sahabat, E-Commerce Komunikasi Patra Semarang Hotel and Convention, Satrio Hartoko saat ini getol untuk kembali menggalakkan kebiasaan sejak kecil yaitu bersepeda.

Ia mengatakan, sejak masih usia SMP tepatnya tahun 1983, memang paling gemar mengayuh sepeda sebagai sarana transportasi ke sekolahnya. Untuk mewujudkan kebiasaan masa kecilnya, ia kembali menggenakan sepeda sebagai sarana menuju kantor atau biasa disebut bike to work.

“Semua kembali muncul sejak 2006 lalu, ketika itu ada teman menceritakan memiliki hobi bersepeda, kemudian saya coba lagi melakukan aktivitas bersepeda. Padahal sudah vakum lama dari 1985 hingga 2005,” kata Satrio Hartoko, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang dikantornya, Jumat (10/8).

Saat ini dirinya sudah memiliki tiga koleksi sepeda, yakni dua jenis sepeda lipat (seli) dengan ring 16 inci, kemudian 1 jenis sepeda MTB-26 (mountain bike). Pria berusia 49 tahun ini mengaku, dirinya getol untuk bersepeda, salah satunya karena setelah melihat kehidupan luar negeri, yang sangat banyak menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi. Untuk itu, ia berharap lebih banyak masyarakat Indonesia yang juga rutin mengunakan sepeda, agar badannya bisa sehat.

“Awalnya saya juga ragu bersepeda,  karena topografi di Semarang naik turun, tapi setelah dicoba dan belajar dengan berbagai komunitas mengenai sepeda, kemudian baru bisa paham ternyata style dan jenis sepeda yang cocok untuk medan disini (Semarang, red) memang banyak, termasuk cara mengoper gigi yang tepat agar tidak terlalu lelah,” ungkapnya.

Ia menilai, orang baru naik sepeda biasanya belum mengenal cara memindah gigi seperti saat ditanjakan. Tak dipungkirinya, saat dirinya pertama belajar juga demikian, namun setelah banyak berkumpul komunitas ia semakin banyak memiliki kenalan, termasuk cyclist dari berbagai daerah.

Adapun rute yang rutin dias tempuh dari rumahnya daerah Mangunharjo, Semarang ke kantornya, Patra Semarang. Ia mengaku bangga karena gerakannya bersepeda, banyak memotivasi rekan-rekan kerjanya untuk ikut bersepeda, hingga kini tercatat sudah ada 8 orang, dimana dua diantaranya cewek.

“Itu saya lakukan seminggu sekali pas hari Jumat, tapi biasanya pas bersepeda tidak pakai istirahat dijalan. Bahkan dari normal jarak tempuh seharusnya 8 kilometer kalau mau lurus terus, tapi biasanya saya ambil jarak supaya bisa lebih jauh lagi, yakni memutar lagi, dengan jarak bisa sampai 19 kilometer,” ujarnya.

Untuk memperbanyak ilmu tentang sepeda ia bergabung dengan Komunitas B-024 sejak 2016, atau yang disebut komunitas Bronton Semarang. Sedangkan kode 024 merupakan Kode Telepon area Semarang. Selain itu, ia juga tercatat sebagai penggerak atau penggiat Komunitas Pesepeda Patra dikantornya yang berdiri sejak 2008 lalu.

“Melalui sepeda banyak hal yang bisa dipetik, salah satunya bisa melakukan aktivitas olahraga, sarana refreshing dan menambah relasi. Itu beberapa manfaat yang sudah saya dapatkan,  jadi sehat, ceria dan banyak teman,” jelasnya. (jks/bas)