Tingkatkan Mutu Sekolah Melalui Analisis SWOT

230
Oleh: Nanik Sumarni MPd
Oleh: Nanik Sumarni MPd

RADARSEMARANG.COM – SEKARANG ini tingkat persaingan antar sekolah semakin ketat. Agar mampu bersaing, setiap sekolah dituntut memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikannya. Jumlah sekolah yang cukup banyak mengakibatkan tingkat persaingan antar sekolah semakin tinggi. Bagi sekolah yang mampu bersaing akan mendapatkan jumlah siswa sesuai dengan daya tampungnya, tetapi bagi sekolah yang tidak mampu bersaing, tidak dapat memenuhi daya tampungnya. Untuk mendapatkan jumlah siswa baru, masing-masing sekolah berlomba untuk menarik minat calon siswa. Namun, orang tua mempunyai beberapa kriteria untuk memilih sekolah yang dipandang bermutu untuk menyekolahkan anak mereka. Para orang tua atau pelanggan cenderung menilai mutu suatu sekolah dari persentase kelulusan dan nilai rata-rata yang dicapai oleh sekolah tersebut. Setiap sekolah menyusun beberapa strategi yang bertujuan meningkatkan mutu sekolah agar dapat meluluskan siswa dengan persentase kelulusan tinggi dan nilai rata-rata yang baik.

Mutu menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam pendidikan, karena dengan sistem pendidikan yang terfokus pada mutu, maka lembaga pendidikan akan menghasilkan lulusan yang dapat mengembangkan keterampilan yang mereka butuhkan dan mampu bersaing dalam era persaingan global. Untuk memperbaiki mutu, maka sekolah memerlukan strategi yang tepat dan tertuang dalam rencana strategi (Renstra). Salah satu alat yang umum digunakan dalam perencanaan strategi peningkatan mutu sekolah adalah Analisa SWOT.

SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Analisis SWOT adalah salah satu tahap manajemen strategis yang merupakan pendekatan analisis lingkungan, digunakan untuk melihat kekuatan dan kelemahan di dalam sekolah sekaligus memantau peluang dan tantangan yang harus dihadapi sekolah. SWOT dapat dibagi ke dalam dua elemen yaitu analisa internal yang berkonsentrasi pada prestasi institusi itu sendiri dan analisa lingkungan.

Langkah-langkah analisis SWOT adalah: Pertama, mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada dalam suatu sekolah. Kedua, menentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam suatu sekolah dalam meningkatkan mutu melalui Focus Group Discussion. Ketiga, menentukan bobot relatif masing-masing faktor berdasarkan tingkat kepentingannya sebagai penentu keberhasilan upaya perbaikan mutu di sekolah. Keempat,  menentukan rating/skor (1 sampai dengan 5) dari masing-masing faktor yang menggambarkan kondisi internal dan eksternal sekolah. Kelima, menghitung total skor dengan mengalikan bobot dan rating untuk masing-masing faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Keenam, menghitung total skor akhir faktor internal (kekuatan–kelemahan) dan faktor eksternal (peluang-ancaman). Ketujuh, menentukan posisi strategis dari faktor internal dan faktor eksternal sekolah. Kedelapan,  menentukan rencana strategis berdasarkan posisi dari hasil analisis SWOT untuk meningkatkan mutu sekolah.

Analisis SWOT yang dibuat akan menghasilkan dua hal penting, yakni: pertama, isu-isu strategis yang dihadapi sekolah (tercermin melalui tabulasi silang antara total nilai masing-masing untuk kekuatan , kelemahan, peluang dan ancaman). Kedua, strategi-strategi untuk menanggulangi isu-isu strategis tersebut, yakni strategi SO (menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk  memanfaatkan peluang), strategi WO (menciptakan strategi yang meminimalkan  kelemahan untuk memanfaatkan  peluang), strategi ST (menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi  ancaman) dan strategi WT (menciptakan strategi yang meminimalkan  kelemahan dan menghindari ancaman).

Menurut Kaizen untuk dapat mempertahankan mutu, maka sekolah harus melakukan perbaikan secara terus menerus karena tidak pernah ada capaian yang bersifat sempurna dan permanen. Proses penyempurnaan kualitas pembelajaran ditentukan oleh aspek input, proses dan output.  Beberapa hal yang penting dalam strategi peningkatan mutu sekolah adalah penyusunan Renstra dan Renop, memaksimalkan fungsi manajemen puncak dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya sekolah untuk kepentingan keberhasilan pencapaian visi, misi dan tujuan sekolah, pembuatan komitmen bersama untuk membangun image positif tentang sekolah, dan memperbaiki kinerja dalam rangka meningkatkan mutu sekolah, menyusun desain promosi yang baik, sehingga target rekrutmen siswa baru terpenuhi.  (igi2/ida)

*) Kepala SMP Kristen Satya Wacana Salatiga