Bangkitkan Lombok, Kemenpar Bujuk Beberapa Negara Cabut Travel Advice

304

JawaPos.com – Pascagempa yang menimpa Lombok, sejumlah negara mengeluarkan travel advice. Ke depan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun berusaha keras mendekati negara-negara itu agar menarik keputusan tersebut. Itu dilakukan agar pariwisata Lombok bisa segera bangkit.

“Teman-teman di sana tidak ingin terlalu lama larut dalam kesedihan. Mereka ingin bangkit secepatnya,” kata Ketua Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti.

Sejumlah strategi lain juga dijalankan Kemenpar. “Salah satu upaya yang dilakukan teman-teman di Dinas Pariwisata NTB (Nusa Tenggara Barat) dan industri pariwisata di sana saat ini mengumpulkan komunitas fotografi,” terang Guntur.

Bangkitkan Lombok, Kemenpar Bujuk Beberapa Negara Cabut Travel Advice
Indahnya pantai Lombok di sore hari sebelum gempa mengguncang. (Ivan/Lombok Pos/Jawa Pos Group)

Komunitas itu dirangkul untuk memotret sejumlah destinasi wisata yang tidak terdampak gempa. Tujuannya, menunjukkan kepada wisatawan bahwa masih ada yang bisa dikunjungi di NTB.

Selain itu, akan dihelat Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS). Agenda yang dijadwalkan berlangsung mulai 18 Agustus sampai 23 September 2018 tersebut belum berubah. Masih sesuai rencana awal.

Dia mengakui sudah menerima laporan pembatalan jadwal kunjungan ke Lombok. Tapi, pihaknya tetap optimistis banyak wisatawan yang bakal berkunjung ke pulau tersebut. Apalagi jika pemulihan sudah berjalan.

Khusus sektor wisata, sambung Guntur, Kemenpar, Dinas Pariwisata NTB, serta industri pariwisata menargetkan pemulihan berjalan cepat. Maksimal tiga bulan ke depan semua sudah kembali seperti sediakala.

“Teman-teman di sana semangatnya tiga minggu sampai satu bulan (selesai). Itu semangat yang mencerminkan sebuah optimisme,” ujarnya. Dia berharap semua berjalan lancar sehingga pariwisata Lombok segera kembali bergeliat. 

(syn/c10/ttg)