RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-DPRD Jateng mengajak seluruh generasi muda di Jateng untuk mempertahankan kebudayaan Jawa. Terlebih di era perkembangan teknologi dan pembangunan yang sangat gencar di Jateng. Sebab, kebudayaan Jawa merupakan ciri khas dan kekayaan yang harus dilestarikan.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Ahmadi, tidak menampik jika modernisasi bisa menjadi ancaman budaya Jawa. Untuk itu, harus ada upaya bersama agar kebudayaan yang menjadi ciri khas bisa bertahan. “Generasi muda harus mencintai budaya, karena mereka yang akan meneruskan ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, Pemprov dan DPRD Jateng terus melalukan inovasi agar anak-anak muda tidak melupakan budaya lokal. Salah satunya dengan belajar langsung ke Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi DI Jogjakarta. Dipilihnya Jogjakarta, karena provinsi tersebut mampu menjaga dan melestarikan kebudayaan Jawa di tengah gempuran modernitas. Semua tahu, jika kebudayaan Jogjakarta masih sangat kental pada era modern saat ini.

“Penjagaan kebudayaan yang begitu luar biasa sehingga masih terlihat cerminan Jawa yang ada di Jogjakarta dan menjadi panutan bagi Jawa Tengah dalam pengembangan serta penjagaan budaya,” ujarnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Sri Marnyuni mengatakan bahwa per tahun pembangunan di Jogjakarta tumbuh pusat. Mal sampai pusat hiburan dibangun secara megah, namun tak mengurangi atau menghilangkan budaya asli provinsi tersebut. “Itu yang harus diadopsi, bagaimana budaya itu dapat betul-betul terjaga. Meski pariwisata bisa berjalan, namun budaya tetap bertahan,” tambahnya.

Ia menambahkan, anak-anak di Jogjakarta semua menyukai seni tradisi yang disediakan di Jogja. Benda cagar budaya yang dimiliki Jogjakarta bisa menjadi daya tarik luar biasa untuk turis lokal ataupun luar. Termasuk bangunan yang sudah berubah dikembalikan ke asli. “Yang menarik ternyata pemerintah memberikan wadah kebudayaan, misalnya kemah budaya pentas seni, saresehan untuk menumbuhkan anak muda agar memiliki perasaaan bahwa mereka adalah bagian dari jogja,” ucapnya.

Pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota harus bisa meniru ide dan kreativitas Jogjakarta dalam nguri-nguri budaya Jawa. Karena bagaimanapun, budaya merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan di tengah gencarnya modernisasi seperti sekarang. “Semua elemen harus ikut bersama dan memiliki jiwa rasa cinta kepada budaya lokal. Sehingga, keberadaannya bisa dilestarikan dan dinikmati generasi mendatang,” tambahnya. (fth/ida)