33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Usung Konsep Terbuka Mirip Bali Zoo

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – PASCA diubah menjadi Badan Usaha Milik Daerah BUMD, April lalu, manajemen Semarang Zoo terus melakukan pembenahan. Salah satu yang dikebut adalah turunnya izin lembaga konservasi (LK) yang ditargetkan bisa rampung pada Oktober atau November tahun ini. LK sendiri sangat dibutuhkan oleh pengelola Semarang Zoo agar bisa melakukan pertukaran hewan ataupun membeli hewan. Saat ini, kurang lebih ada 100 spesies hewan yang ada di Semarang Zoo. Jenis yang terbanyak adalah buaya yang mencapai 60 ekor dan hariamau mencapai 15 ekor.

“Dari BKSDA Provinsi telah rampung, kami sedang menunggu izin turun dari kementerian. Targetnya bisa Oktober atau November rampung, sehingga kita bisa mengebut perbaikan sarana ataupun prasarana dan menambah spesies hewan yang ada di Semarang Zoo,” kata Direktur PT Taman Margasatwa   Semarang (TMS) atau Semarang Zoo, Samsul Bahri Siregar.

Menurut Samsul, Semarang Zoo akan mencontoh konsep dari Bali Zoo. Dalam konsep tersebut, hewan yang ada akan disesuaikan dengan habitat hidupnya, dan tidak lagi berada di dalam kandang. Konsep ini selain enak dipandang, juga membuat hewan nyaman tinggal dan terjaga kesehatannya. Selain itu, juga untuk menarik pengunjung untuk datang ke Semarang Zoo. Pihaknya mengaku telah memiliki beberapa dokter hewan untuk merawat hewan yang sakit atau melahirkan.

“Konsep Semarang Zoo nanti akan lebih memberikan kenyamanan. Kalau hewan saat ini harus mempunyai lima kebebasan, seperti bebas dari rasa haus, lapar, sakit, dari siksaan, maka konsep kita harus lebih ‘membinatangkan’ binatang. Kita harus membuat hewan-hewan lebih nyaman, dan membuka wahana sebagai konservasi, juga sebagai education,” tambahnya.

Agar izin LK cepat rampung, rencananya ia bersama Pemerintah Kota Semarang akan terus mengawal. Terlebih rekomendasi dari BKSDA Provinsi telah dikantongi. Saat ini, lanjut dia, ada beberapa investor yang ingin bekerja sama dengan Semarang Zoo setelah melihat potensi yang dimiliki. “Fokus kita tentu masih izin LK, nanti setelah dapat, kami ingin sebanyak-banyaknya memiliki jenis hewan, bisa jadi bertambah dari 100 spesies, menjadi 150 spesies bahkan lebih banyak, lebih bagus,” ucapnya.

Setelah izin LK dikantongi, pembangunan sarana kembali akan dikebut pada 2019. Pihaknya mengaku akan ada penambahan wahana lain, dan perbaikan terutama kandang, dan penambahan wahana outbond, playgprund, ATV, serta yang lainnya guna memaksimalkan luasan lahan yang dimiliki. Tercatat Semarang Zoo memiliki luasan lahan sekitar 10 hektare, yang saat ini hanya digunakan sekitar 4 hektare saja.  “Pada 2020 kami targetkan bisa launching, apalagi di dekat Semarang Zoo ada exit tol Semarang-Batang, harapannya tentu bisa menjadi jujukan wisatwan,” paparnya.

Sejumlah hewan yang menjadi prioritas untuk dibeli adalah macan putih, harimau sumatera, zebra, jerapah, beruang dan masih banyak lagi. Pihaknya mengaku, saat ini biaya operasional dalam sebulan khusus untuk pakan mencapai Rp 200 juta, belum termasuk operasional lainnya. Angka tersebut harus ditutup dari pendapatan tiket yang dijual oleh Semarang Zoo. Harimau misalnya. Dalam sehari, seekor Harimau menghabiskan daging sapi sekitar 5 kilo, padahal ada 15 hariamu yang dimiliki Semarang Zoo. Belum lagi hewan lainnya seperti buaya.

“Untuk itu, jika LK sudah turun, nanti juga ada konsep feeding time binatang rusa, kijang dan lainnya, di mana kami bisa menjual sayur atau makanan binatang untuk pengunjung, sehingga bisa mendapat pendapatan bahkan mengurangi operasional pakan,”katanya. (den/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Operasi Patuh, Polisi Pasang ’Ranjau Paku’

SEMARANG - Jangan mencoba kabur saat ada razia polisi. Sebab, selama digelar Operasi Patuh Candi 2017 pada 9-22 Mei mendatang, polisi akan memasang road...

Tiap Anggota Saling Memberi Inspirasi

RADARSEMARANG.COM - DGCI Semarang adalah organisasi yang mewadahi para penggemar kegiatan otomotif, baik kompetisi, rekreasi dan sosial kemasyarakatan. Komunitas ini menggunakan konsep kekeluargaan, sehingga...

Pasangan Mahasiswa Buang Bayi

Jadi, (bayi) bukan meninggal karena proses persalinan yang dilakukan tanpa bantuan medis, tapi sebenarnya bayi lahir sehat, lalu dibekap hingga meninggal lalu dikubur. Kombes Pol...

Tangkap Fenomena Pertanian Melalui Sutas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah akan melaksanakan Survei Usaha Pertanian Antar Sensus (SUTAS) tahun 2018. Hal tersebut guna mengetahui data pertanian yang...

Kampung Organik Sudah Menghasilkan

MAGELANG—Warga Kampung Pinggirrejo, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, menyatakan kampungnya sebagai kampung organik. Warga setempat mengklaim, program kampung organik bisa mengurangi permasalahan...

PP Harus Jadi Benteng Penjaga Pancasila

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Organisasi Pemuda Pancasila (PP) harus menjadi benteng penjaga Pancasila dan turut memberikan sumbangsih pemikiran utamanya solusi terkait persoalan bangsa. Hal tersebut...