Pejabat Batang ‘Berebut’ Kambing dan Ayam

1125
SERU: Bupati Batang Wihaji yang berpasangan dengan Kepala Bagian perekonomian Subiyanto saat melawan kasdim 0736 Batang Mayor Inf Raji berpasangan dengan Danramil Gringsing Kapten Inf Sugito dalam turnamen HUT RI ke 73, Jumat (10/8/2018). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERU: Bupati Batang Wihaji yang berpasangan dengan Kepala Bagian perekonomian Subiyanto saat melawan kasdim 0736 Batang Mayor Inf Raji berpasangan dengan Danramil Gringsing Kapten Inf Sugito dalam turnamen HUT RI ke 73, Jumat (10/8/2018). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Ada pemandangan menarik pada Jumat pagi (10/8) di lapangan tenis kantor Setda Kabupaten Batang. Nampak puluhan pejabat dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang adu skill bermain tenis lapangan, untuk memperebutkan kambing dan ayam jago.

Kompetisi ini memang rutin digelar setiap tahun, dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 tahun. Selain pejabat yang berasal jajaran Kodim 0736 Batang, Polres Batang, Pemkab Batang, Kejaksaan Negeri, Pengadialan Negeri dan DPRD Kabupaten Batang. Juga ada perwakilan dari dinas-dinas di Pemda Batang.

“Turnamen tenis ini memang merebutkan tiga kambing dan dua ayam jago. Juara satu mendapatkan kambing jantan, juara dua dan tiga kambing betina dan juara empat dua ayam jago,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Subiyanto selaku panitia acara tersebut.

Subyianto menjelaskan, kompetisi ini diikuti total 60 pemain yang bertanding. Dengan sistem pemain ganda, atau ada 30 tim. Mereka dikelompokkan dari ganda kelompok unsur pimpinan, kelompok usia 40 tahun, sedangkan khusus kelompok prestasi tidak dibatasi usia.

Bupati Batang Wihaji saat membuka turnamen mengatakan, turnamen ini selain mengolahraga diri agar tetap terjaga kesehatan, juga untuk mensosialisasikan olahraga tenis ke masyarakat yang selama ini di Batang belum memasyarakat.

“Turnamen ini untuk kebersamaan, menang kalah biasa permainan tapi yang lebih penting Keluar keringat guyub rukun sesama instansi pemerintah daerah dan vertikal. Kalau untuk prestasi biar nanti untuk kelompok prastasi yang harus ngotot untuk menjadi juara, tapi tetap menjaga spotifitas dalam bermaian. Karna olah laga bukan sekedar keluar keringat tapi ada nilai kebersamaan dan memiliki semangat juang yang tinggi,” katanya. (han/bas)