Sakit, Seorang Pelajar Diangkut Satpol PP

335
DIPAKSA SEKOLAH : Petugas Satpol PP Kota Magelang membawa pelajar dan pengamen yang terjaring razia, Kamis (9/8). (Gery Abie/Radar Kedu)
DIPAKSA SEKOLAH : Petugas Satpol PP Kota Magelang membawa pelajar dan pengamen yang terjaring razia, Kamis (9/8). (Gery Abie/Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja-Satuan Perlindungan Masyarakat (Satpol PP-Satlinmas) Kota Magelang mengamankan seorang pelajar yang sedang nongkrong di Taman Badakan, Kamis (9/8). Siswa berinisial BLS, 17, warga Mertoyudan Kabupaten Magelang tersebut mengaku sedang sakit dan enggan masuk sekolah.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan dan Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Magelang, Rumiyati, Kamis (9/8) kemarin, membenarkan bahwa anggotanya mengamankan seorang siswa dan satu orang pengamen saat melaksanakan giat patroli rutin.

Saat diperiksa, siswa tersebut memang sedang sakit dan petugas mendapati beberapa obat untuk penurun panas di dalam tasnya. “Hari kemarin juga sudah izin tidak masuk sekolah. Namun untuk hari ini (kemarin, red), siswa tersebut mengaku dipaksa tetap sekolah oleh orang tuanya. Karena mungkin masih merasa sakit dan tidak nyaman untuk masuk sekolah, akhirnya dia memilih tidak masuk sekolah,” kata Rumiyati.

Rumiyati telah mencoba menghubungi pihak sekolah yang bersangkutan. Namun, pihak sekolah enggan untuk datang ke kantor Satpol PP. “Akhirnya kami memanggil orang tuanya, dan kami pun berusaha memberikan arahan kepada orang tuanya jika memang anaknya sakit ya jangan dipaksa untuk masuk sekolah,” ujar Rumiyati.

Selain mengamankan siswa yang tidak masuk sekolah, Satpol PP juga mengamankan seorang pengamen berinsial DA, 16, warga Magelang Selatan. Penangkapan pengamen tersebut merupakan upaya penegakan Perda nomor 6 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum.

“Pengamen tersebut kami amankan saat sedang mengamen di pertigaan lampu merah Trio. Untuk penindakan pengamen tersebut, kami serahkan kepada Dinas Sosial Kota Magelang. Karena wewenang kami hanyalah penegakan Perda serta penertiban saja,” kata Rumiyati. (mg30/mg32/had/ton)