Puskesmas Roboh, RSUP dr  Kariadi Kirim Relawan

155
BERANGKATKAN RELAWAN : Dirut RSUP Dr Kariadi, Agus Suryanto, saat memberangkatkan tim relawan untuk memberikan pertolongan pada korban gempa di Lombok NTB, Rabu (8/8) kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERANGKATKAN RELAWAN : Dirut RSUP Dr Kariadi, Agus Suryanto, saat memberangkatkan tim relawan untuk memberikan pertolongan pada korban gempa di Lombok NTB, Rabu (8/8) kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi mengirimkan relawan medis sebanyak 17 orang ke lokasi gempa bumi di Lombok NTB, untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Sebab, di tempat tersebut banyak Puskemas roboh dan tidak bisa digunakan.

“Banyak puskesmas dan rumah penduduk yang roboh, kami turut prihatin. Karena itu, kami mengirimkan relawan,” kata Ketua Tim Penanggulangan Bencana RSUP dr Kariadi, Raden Panji Uva Utomo, di RSUP Dr Kariadi, Rabu (8/8) kemarin.

Menurut Uva, dari 17 relawan terdiri atas dokter bedah, dokter anestesia, perawatan anestesia, dan sisanya untuk penanganan warga. Tim terbagi dua yakni tim lapangan dan tim yang siap di rumah sakit. Mereka akan berada di lokasi selama seminggu.

“Mereka itu “orang gila” yang siap berada di lapangan sampai kapanpun. Memang dicari orang-orang kuat di lapangan, yang siap tidur di tenda karena kondisi belum memungkinkan,” ungkapnya.

Mereka dibekali obat-obatan dan peralatan kedokteran yang lengkap, agar bisa menggelar operasi bedah dan stabilisasi ketika di lapangan. Misalnya ketika ada yang digip atau dirujuk ke RS yang lebih besar.

Tim kesehatan ini, katanya, sudah sering membantu korban bencana di Aceh, Papua, Padang, Myanmar. Pengiriman relawan ini, bagian kerjasama dengan Kemenkes dan BNPB.

Direktur Utama RSUD Kariadi, Agus Suryanto mengharapkan tim bisa bermanfaat bagi korban bencana di Lombok dan bisa bekerjasama dengan tim penanggulangan bencana yang ada di lokasi. “Setelah tim ini, kami akan mengirim tim lain dan berikutnya. Sampai ada komando bahwa tugas dari luar diberhentikan,” tambahnya. (hid/ida)