33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Penipu Mahasiswa, Dituntut  Setahun

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tiga terdakwa penipuan masuk Fakultas Kedokteran (FK) Undip melalui jalur khusus tanpa prosedur, tetap bernasib apes. Meskipun, para saksi korban tak dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (9/8).

Ketiga terdakwa adalah Yunie Suharwati alias Ayu Binti Harsoyo, Ermin Sri Giarsih binti Soewandi dan Supriyanto bin Supardi. Ketiganya telah mengelabui Muslimin Ahmad yang ingin anaknya diterima menjadi mahasiswa FK Undip masa penerimaan mahasiswa baru tahun 2015, melalui jalur khusus tanpa prosedur.

Karena itulah, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Sutardi, ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. “Kami mohon majelis hakim menjatuhkan putusan dan menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Menjatuhkan hukuman selama 1 tahun penjara,” kata JPU Sutardi di hadapan majelis hakim yang dipimpin, Antonius Widijantono.

Atas tuntutan tersebut, majelis hakim memberikan kesempatan terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada sidang pekan depan. Menyikapi hal itu, sebelumnya Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Prof Trinur Kristina, mengaku tidak mengetahui adanya perkara yang menyeret dua oknum dari Undip.

Pihaknya menepis semua isu bahwa FK Undip bisa menitipkan calon mahasiswa baru dengan jalur membayar. “Apabila ada oknum-oknum yang menjanjikan, jangan percaya info demikian,” katanya.

JPU Kejari Kota Semarang, Sutardi menyebutkan, kejadian itu terjadi pada Mei 2015, saat Muslimin Ahmad minta tolong Hery Santosa untuk mencarikan orang yang bisa memasukkan anaknya bernama, Mega Resinta Dewi agar diterima menjadi Mahasiswa FK Undip Semarang masa penerimaan mahasiswa baru tahun 2015. Kemudian atas permintaan tersebut, Hery Santoso mencari informasi dan mendapatkan informasi kalau Yunie Suharwati (terdakwa 1), bisa memasukkan menjadi mahasiswa di Undip Semarang. Yakni atas kerjasama dengan orang dalam Undip, Ermin Sri Giarsih (terdakwa 2) dan Supriyanto (terdakwa 3).

“Kemudian terdakwa 1 meminta uang sebesar Rp 500 juta, sebagai biaya masuknya. Atas perkataan terdakwa 1 tersebut, saksi Muslimin percaya dan kemudian menyetujui syarat yang diajukan,”jelasnya.

Atas janji-janji dan bujuk rayu terdakwa 1 tersebut, kemudian Muslimin Ahmad dan Eny Astuti pada Juni 2015 menyerahkan uang Rp 750 juta, dengan alasan uang Rp 600 juta untuk biaya masuk ke FK Undip dan Rp 150 juta untuk biaya uang gedung hingga Pebruari 2016. Akibat perbuatan para terdakwa, saksi Muslimin Ahmad menderita kerugian sebesar Rp 1,5 miliar. (jks/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bus Terguling, 1 Tewas, 4 Luka

KENDAL—Sebuah kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa terjadi di Jalur Pantura Jalan Arteri Soekarno-Hatta tepatnya di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal Kota, Rabu (20/9)....

Masih Ada Tradisi Nyadran dan Nguras Sendang

RADARSEMARANG.COM - SENDANG Gede yang terletak di wilayah RW VIII, Desa Pucung, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik memiliki tradisi unik yang terpelihara hingga sekarang. Warga...

500 Atlet dan 123 Pelatih Terima Insentif

SEMARANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang terus berusaha meningkatkan prestasi olahraga kota ini. Sebanyak 500 atlet menerima insentif dari Pemkot Semarang melalui...

Program Kartu Tani Panen Keluhan

SEMARANG - DPRD terus melakukan pemantauan terkait dengan program kartu tani di Jateng. Hasilnya, ternyata banyak keluhan dan berbagai persoalan yang terjadi di daerah...

100 Orang Cuci Tangan Bersama

SEMARANG - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyambut Hari Jadi ke 47 dengan menggelar aksi cuci tangan massal di RS Elisabeth, Semarang, Jumat (17/3)....

Kejutan Baru dari Mahathir

Begitu lama kursi Jaksa Agung itu kosong: hampir sebulan. Yang lama sudah diberhentikan: Tan Sri Muhamed Apandi Ali. Hanya dua hari setelah koalisi Barisan Nasional...