Penipu Mahasiswa, Dituntut  Setahun

509

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tiga terdakwa penipuan masuk Fakultas Kedokteran (FK) Undip melalui jalur khusus tanpa prosedur, tetap bernasib apes. Meskipun, para saksi korban tak dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (9/8).

Ketiga terdakwa adalah Yunie Suharwati alias Ayu Binti Harsoyo, Ermin Sri Giarsih binti Soewandi dan Supriyanto bin Supardi. Ketiganya telah mengelabui Muslimin Ahmad yang ingin anaknya diterima menjadi mahasiswa FK Undip masa penerimaan mahasiswa baru tahun 2015, melalui jalur khusus tanpa prosedur.

Karena itulah, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Sutardi, ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. “Kami mohon majelis hakim menjatuhkan putusan dan menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Menjatuhkan hukuman selama 1 tahun penjara,” kata JPU Sutardi di hadapan majelis hakim yang dipimpin, Antonius Widijantono.

Atas tuntutan tersebut, majelis hakim memberikan kesempatan terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada sidang pekan depan. Menyikapi hal itu, sebelumnya Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Prof Trinur Kristina, mengaku tidak mengetahui adanya perkara yang menyeret dua oknum dari Undip.

Pihaknya menepis semua isu bahwa FK Undip bisa menitipkan calon mahasiswa baru dengan jalur membayar. “Apabila ada oknum-oknum yang menjanjikan, jangan percaya info demikian,” katanya.

JPU Kejari Kota Semarang, Sutardi menyebutkan, kejadian itu terjadi pada Mei 2015, saat Muslimin Ahmad minta tolong Hery Santosa untuk mencarikan orang yang bisa memasukkan anaknya bernama, Mega Resinta Dewi agar diterima menjadi Mahasiswa FK Undip Semarang masa penerimaan mahasiswa baru tahun 2015. Kemudian atas permintaan tersebut, Hery Santoso mencari informasi dan mendapatkan informasi kalau Yunie Suharwati (terdakwa 1), bisa memasukkan menjadi mahasiswa di Undip Semarang. Yakni atas kerjasama dengan orang dalam Undip, Ermin Sri Giarsih (terdakwa 2) dan Supriyanto (terdakwa 3).

“Kemudian terdakwa 1 meminta uang sebesar Rp 500 juta, sebagai biaya masuknya. Atas perkataan terdakwa 1 tersebut, saksi Muslimin percaya dan kemudian menyetujui syarat yang diajukan,”jelasnya.

Atas janji-janji dan bujuk rayu terdakwa 1 tersebut, kemudian Muslimin Ahmad dan Eny Astuti pada Juni 2015 menyerahkan uang Rp 750 juta, dengan alasan uang Rp 600 juta untuk biaya masuk ke FK Undip dan Rp 150 juta untuk biaya uang gedung hingga Pebruari 2016. Akibat perbuatan para terdakwa, saksi Muslimin Ahmad menderita kerugian sebesar Rp 1,5 miliar. (jks/ida)