Pamit ke Musala, Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

112

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Sempat dikabarkan hilang, Halimin, 90, warga Desa Pandes Kecamatan Cepiring ditemukan tewas mengambang di Sungai Saluran Irigasi Desa Karangayu. Penemuan mayat ini sempat menggegerkan warga karena penasaran.

Menurut Muhid, 75 adik korban mengaku tidak mengetahui persis masalah yang dihadapi kakaknya, hingga nekat menceburkan diri ke sungai yang alirannya cukup deras. Namun ia mengetahui persis saat kakaknya berpamitan untuk pergi ke Musala, Rabu (8/8) sore untuk menunaikan ibadah salat Maghrib.

Setelah jamaah salat maghrib itu, kakaknya tidak ada kembali ke rumah. Muhdi sempat mencari di Musala, sebab hingga waktu Isya selesai kakaknya tidak juga pulang. “Hingga selaman tidak pulang, lalu saya minta tolong kepada tetangga dan warga sekitar untuk ikut mencari,” katanya, kemarin (9/8).

Muhid mengaku sempat mencari kakaknya tersebut ke sungai saluran irigasi. Sebab dikatakannya ada warga yang melihat kakaknya berjalan ke arah sungai. “Lalu saya bersama warga mencari dengan menyisir ke tepian sungai irigasi, tapi karena kondisinya gelap saya dan warga tidak ada yang menemukannya,” katanya.

Sore kemarin, di gorong-gorong saluran irigasi desa Karangayu Kecamatan Cepiring, ada warga yang melihat sesosok mayat mengambang. Mendengar ada penemuan mayat Muhid dan warga yang sejak semalaman mencari langsung menuju lokasi penemuan. “Setelah saya lihat ternyata betul, itu adalah mayat saudara saya,” akunya.

Kapolsek Cepiring, AKP Sulistiyarso mengatakan saat ditemukan belum diketahui identitas korban. “Kami mendapati laporan warga ada mayat terapung di saluran irigasi desa Karangayu yang terletak di jalur pantura,” ujar Sulistiyarso.

Ia kemudian menerjunkan personelnya untuk mengecek lokasi penemuan masyat. Pihaknya baru mengetahui identitas setelah dari kerununan warga yang menonton di lokasi mengaku sebagai saudara korban.

“Menurut pengakuan saudaranya korban warga Desa Pandes Kecamatan Cepiring dan sudah tidak pulang semalaman. Kami akan memintai keterangan dari saksi dan keluarga korban. Sementara mayat akan kami lakukan identifikasi untuk memastikan penyebab kematian,” lanjutnya. (bud/bas)