Minat Baca Masih Rendah

176
LITERASI: Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah M Masrofi didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Semarang Jati Trimulyanto meninjau stan pameran buku di Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LITERASI: Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah M Masrofi didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Semarang Jati Trimulyanto meninjau stan pameran buku di Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Minat baca masyarakat di Jawa Tengah saat ini terhitung masih rendah. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah M Masrofi usai pembukaan Pameran Buku Kabupaten Semarang 2018 di Ungaran, Kamis (9/8).

“Berdasarkan analisa Bank Dunia itu, dibutuhkan waktu sekitar 45 tahun untuk meningkatkan budaya literasi agar bisa sejajar dengan negara-negara maju,” ujar Masrofi.

Sehingga diperlukan kerja sama semua pihak untuk bersatu meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat. Dikatakannya, rendahnya budaya literasi atau kecakapan membaca dan menulis itu mengakibatkan tingkat penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan rata-rata masyarakat juga rendah. “Minat baca dan kemampuan literasi harus ditumbuhkan secara masif dan sejak dini oleh segenap komponen bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pameran buku menjadi salah satu langkah percepatan untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Keberadaan perpustakaan termasuk di desa-desa bisa menjadi pemicu untuk mendorong peningkatan mutu budaya literasi masyarakat.

Tidak hanya menyediakan buku, ia juga menyebut perpustakaan perlu mengadakan pelatihan ketrampilan usaha produktif dibidang pertanian, usaha ekonomi kecil maupun mikro. Jika diperlukan, dapat juga disiapkan pendamping aktif yang akan membimbing masyarakat untuk mewujudkan usaha produktif itu. “Inilah yang disebut dengan literasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Semarang Jati Trimulyanto yang juga hadir mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada para kepala desa untuk mengalokasikan sebagian dana desa bagi pengembangan perpustakaan desa masing-masing. “Perpusdes dapat menyelenggarakan pelatihan ketrampilan bagi warga setempat selain menyediakan buku bacaan bermutu,” kata Jati.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang Hendy Lestari menambahkan pameran buku itu sendiri akan berlangsung sampai 15 Agustus mendatang. Pameran diikuti sepuluhan penerbit dari berbagai kota seperti Jogjakarta. “Pameran buku ini menyediakan buku murah guna merangsang minat baca masyarakat,” kata Hendy.

Pada kesempatan itu pula diserahkan penghargaan kepada pegiat literasi berprestasi. Mereka adalah pengelola Cakruk Baca dari Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan dan pengelola Rumah Baca Uplik dari Desa Pledokan Kecamatan Sumowono. (ewb/bas)