Kontribusi Pelabuhan Niaga Dipertanyakan

Sebelum Keluarkan Izin Operasional

930
INSPEKSI: Bupati Batang Wihaji dan perwakilan stakeholder saat meninjau Pelabuhan Batang, sebelum dikeluarkan ijin operasional, pada Kamis (9/8). (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
INSPEKSI: Bupati Batang Wihaji dan perwakilan stakeholder saat meninjau Pelabuhan Batang, sebelum dikeluarkan ijin operasional, pada Kamis (9/8). (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Bupati Batang Wihaji berikan syarat jika Pelabuhan Niaga bisa beroperasi dalam waktu dekat. Hal tersebut ditegaskan saat melakukan inspeksi bersama berbagai pemegang kepentingan dan perwakilan Forkominda Kabupaten Batang, pada Kamis (9/8).

Bupati menegaskan, pemkab Batang sudah meminta konsultan dan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) untuk melakukan presentasi dulu, sebelum dikeluarkanya izin operasi, terkait apa saja yang harus dijelaskan.

“Intinya syarat kami nantinya ada manfaatnya bagi Pemkab dan berdampak ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Wihaji saat mengunjungi Pelabuhan Niaga yang berada di Desa Klidang Lor Batang.

Lebih lanjut Wihaji mengatakan, Pelabuhan Niaga Batang terbukti sudah siap dioperasionalkan, karena dalam uji cobanya tidak ada masalah yang betarti. Hanya saja, tetap harus dikoordinasikan seberapa  manfaat ada pelabuhan bagi Pemkab dan masyarakat Batang dan yang lebih pentingnya lagi tidak melanggar regulasi. “Kita ingin kejelasan saja, bahwa Pemkab mendapatkan apa dan kewajiban apa yang harus dilakukan Pemkab, sehingga tahu kewenangan ya nanti,” jelasnya.

Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Untung Surinanto mengatakan, pembangunan Pelabuhan Niaga Batang sudah selesai tinggal finising dan rencana induk pelabuhan secara yang hirarki sebagai pelabuhan pengumpan regional  dan sesuai regulasi kewenangan  RIP yang mengeluarkan Gubernur Jawa Tengah.

Ia juga punya keyakinan bahwa disekitar pelabuhan akan menerima manfaatnya dengan tumbuh berkembang pembangunan dan perekonomianya, karena ini kargo komoditas yang luar biasa bukan saja untuk pasir dan batu bara saja tapi kedepan juga bisa untuk garmen dan makanan. “Pelabuhan Batang salah satu pelabuhan pengumpan regional di wilayah pantura, karena jarak pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan pelabuhan pengumpul Tegal berjarak 100 km,” jelasnya.

Sehingga dipastikan, sangat dinanti perannya. Bahkan diuntungkan adanya keluar masuknya komoditas serta berbagai  aktifitas disekitar pelabuhan. Seperti melibatkam masyarakat untuk ikut dalan bongkar muat barang. “Saya yakin Batang akan menjadi pusat kota seperti di Singapura,” jelasnya

Dikatakan juga, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan selalu mendukung apa yang di butuhkan oleh Pemkab Batang, karena ini semua demi masyarakat Jawa Tengah agar lebih sejahtera lagi. (han/bas)