Kesbangpol Awasi Mantan Anggota HTI

168
Achmad Rofai (ISTIMEWA)
Achmad Rofai (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Meski sudah 1 tahun organisasi massa (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan oleh pemerintah RI, namun Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) tetap melakukan pengawasan. Demikian pula dengan Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jateng.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jateng, Achmad Rofai, mengungkapkan bahwa secara yuridis formal pihaknya memang tidak melakukan pengawasan. Namun, sebagai aparat pemerintah, memiliki kewajiban menjaga dan mengawal NKRI serta kondusiVitas wilayah.

“Apabila ada gerakan oleh komponen bangsa yang ditengarai mengancam persatuan bangsa, kami bersama instansi terkait lainnya perlu melakukan tindakan pengawasan yang lebih intensif,” ujar Achmad Rofai.

Namun, Rofai enggan membeberkan, bentuk pengawasan seperti apa dan berapa jumlah mantan anggota HTI di Jateng. “Wadahnya memang sudah dibubarkan. Tapi sebagai unit teknis, Pemprov Jateng tidak boleh lengah. Soal berapa jumlahnya, itu ada. Cuma kami tidak bisa beberkan,” imbuhnya.

Karena itu, lanjut Rofai, pihaknya mengimbau mantan pengurus dan anggota HTI untuk tidak lagi menganut, mengembangkan dan menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, serta kegiatan yang mengancam kedaulatan NKRI. “Kami minta kepada mantan pengurus dan anggota HTI untuk tetap mematuhi dan mengikuti pembinaan yang dilakukan pemerintah,” ucap pria kelahiran Palembang 59 tahun silam ini.

Seperti diketahui, pembubaran Ormas HTI oleh pemerintah merupakan tindak lanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 2 tahun 2017 yang mengubah UU nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, karena ormas tersebut dinilai kegiatannya di lapangan selalu bertentangan dengan Pancasila dan jiwa NKRI. (ae1/ida)