Irigasi Rusak Perparah Kekeringan

124

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sawah seluas 249 hektare yang ada di tiga Kecamatan di Kabupaten Pekalongan mengalami kekeringan. Kondisi tersebut diparah dengan rusaknya irigasi, sehingga banyak sawah yang mengalami kekeringan.

Di Kecamatan Sragi misalnya, kekeringan disebabkan karena buruknya irigasi yang ada di Kecamatan tersebut sehingga mengancam keberadaan lahan 42 hektare. Padahal tidak jauh dari lokasi area persawahan terdapat sungai Sragi yang airnya tidak pernah mengering.

Kepala Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Saridjo, mengungkapkan bahwa kekeringan sawah seluas 42 hektare di Kecamatan Sragi seharusnya tidak terjadi jika bendungan yang menampung air dari sungai Sragi tidak rusak dan segera di perbaiki. Sehingga dapat menampung air dari aliran anak sungai Sragi.

“Kalau pintu air yang mengatur aliran dari sungai diperbaiki dan saliran irigasi juga diperbaiki, maka kekeringan yang terjadi di Kecamatan Sragi tidak separah saat ini,” ungkap Saridjo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Siswanto mengatakan bahwa potensi terjadinya kekeringan di areal persawahan di kabupaten pekalongan mencapai 249 hektare pada tiga kecamatan, yakni kecamatan Kecamatan Bojong seluas 205 hektare, Kecamatan sragi 42 hektare dan 1 hektare di Kecamatan Wonopringgo.

Menurutnya lahan seluas 249 hektare yang mengalami kekeringan tersebut masih dapat dikategorikan kekeringan ringan, namun tidak menutup kemungkinan luasan kekeringan masih akan meluas karena musim kemarau masih panjang.

“Areal persawahan di Kabupaten ada 15.411 hektare dimana 249 hektare diantaranya mengalami kekeringan ringan. Kekeringan ini diprediksi akan berlangsung hingga September mendatang,” kata Siswanto.

Siswanto juga menegaskan untuk menghindari dampak dari kekeringan yang semakin meluas, pihaknya akan mengupayakan pengairan dengan pompa air, yakni dengan mengalirkan sumber air yang ada di sekitar untuk dialirkan ke areal persawahan terdekat.

“Hingga kini di Kabupaten belum ada laporan gagal panen. Karena sudah kami antisipasi melalui program pompanisasi. Untuk di Dinas ada 40 unit pompa yang bisa dimanfaatkan petani, jika jumlah tersebut belum bisa mengakomodir kami akan minta ke Pemerintah Provinsi, musim kemarau ini akan berlangsung sampai bulan Seotember mudah-mudahan bulan Oktober mendatang bisa tanaman serentak,” tegas Siswanto. (thd/bas)