Edarkan Sabu, Sewa Kamar Hotel

1103
DITANGKAP: Kurir narkoba Eliya Nurma dikawal petugas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITANGKAP: Kurir narkoba Eliya Nurma dikawal petugas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengedar narkoba terus mencari celah dalam melancarkan aksinya. Modus terbaru, mereka bertransaksi dengan menyewa kamar hotel berpindah-pindah sebagai tempat pengambilan barang.

Kasus ini terungkap setelah aparat Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang menangkap seorang kurir narkoba. Pelaku bernama Eliya Nurma, 36, warga Plombokan, Semarang Utara. Ia dibekuk usai mengambil sabu di sebuah kamar hotel mewah di Kota Semarang, Rabu (8/8) siang. Barang bukti yang diamankan yakni sabu seberat 165 gram dan 53 butir pil ekstasi.

“Pelaku ditangkap usai mengambil barang tersebut yang disimpan di bawah kasur kamar hotel. Ini tergolong modus baru,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (9/8).

Dari pengungkapan ini, petugas mengantongi nama pemilik barang berinisial K. Pelaku Eliya mengaku mendapat pasokan dari K setiap dua minggu sebanyak 500 gram.

“Mengedarkannya dengan ditaruh di kamar hotel, lalu kunci kamar dititipkan di front office, dengan alasan kunci akan diambil seseorang, kemudian orang tersebut mengambil barang itu,” bebernya.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi, menambahkan, pelaku membeli sabu dari K seharga Rp 750 ribu per gram. Kemudian dijual kembali Rp 870 ribu per gram.

“Dalam sebulan, pelaku mengedarkan sabu 400 gram, pelaku bisa untung hingga Rp 48 juta,” katanya.

Hanafi mengakui, peredaran sabu dengan modus menyewa kamar hotel ini tergolong baru. Menurutnya, modus ini dilakukan para bandar maupun kurir narkoba karena pola lama dengan menaruh barang di jalanan sudah tidak aman.

“Pengakuan pelaku, cara lama sudah tidak aman, jadi pakai cara ditaruh di hotel. Hotelnya pun berpindah-pindah, dan pakai hotel yang tergolong menengah atas,” ujarnya.

Pelaku Eliya mengaku sudah menjalankan bisnis ini sejak tujuh bulan terakhir. Sebanyak 500 gram sabu tersebut, nantinya dibagi 300 gram diletakan di alamat sesuai perintah K, dan 200 gram diedarkan sendiri. “Sudah 7 bulan, melakukan 14 kali transaksi, pindah-pindah,” akunya. (mha/aro)