Awasi Ketat Hewan Kurban

1237
PENGAWASAN KETAT: Warga Kota Pekalongan melihat hewan kurban sapi, yang akan digunakan untuk korban Idul Adha, dengan memprioritaskan hewan jantan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGAWASAN KETAT: Warga Kota Pekalongan melihat hewan kurban sapi, yang akan digunakan untuk korban Idul Adha, dengan memprioritaskan hewan jantan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Menjelang hari raya idul Adha, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Pekalongan akan memantau kesehatan hewan kurban dan daging kurban.

Rencananya Dinperpa akan menerjunkan tim dokter hewan, yang akan dimulai H-7 Idul Adha,  hingga H+3. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinperpa Pekalongan, Ilena Palupi, menjelaskan bahwa pemeriksaan akan berfokus pada kesehatan hewan,  dan menyarankan agar hewan kurban adalah jantan yang sudah cukup umur dan dalam kondisi sehat.

Menurutnya bahwa Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan,  melarang pemotongan hewan kurban betina produktif, karena akan menganggu perkembangbiakan berikutnya.

“H-7 sebelum Idul Adha, kami akan terjun kelapangan untuk mengecek hewan kurban.  Pada saat itu, kami akan melihat faktor kesehatan hewan sebelum di potong, kami akan menerjunkan petugas pemeriksa hewan kurban yang terdiri dari internal Dinperpa. Bila hewan ternak layak,  maka akan diberikan surat keterangan dari dokter hewan,” jelas Palupi.

Palupi juga mengatakan bahwa tim dari Dinperpa akan medatangi tempat-tempat pemotongan hewan yang berkoordinasi dengan kelurahan setempat mengenai titik-titik pemotongan hewan kurban. Dinperpa juga akan melihat kualitas daging kurban,  jika ditemukan penyakit aka diambil dan dimusnahkan.

Dinperpa kata Palupi juga akan memberikan pelatihan penyembelihan dan penanganan hewan kurban,  sekaligus sosialisasi mengenai larangan untuk pemotongan hewan betina produktif tersebut.

“Kami akan memberikan surat edaran kepada pengurus masjid dan sebagainya.  Disitu kami akan memberikan sosialisasi bahwa pemotongan ternak betina produktif harus dihindari. Karena pemotongan ternak betina yg produktuif dapat memotong populasi ternak,” kata Palupi.

Sementara itu, Kepala dinas Dinperpa,  Agus Jati Waluyo, menegaskan  bahwa selama di pasaran ada hewan jantan,  agar diprioritaskan untuk membeli yang jantan.”Dalam rangka Idul Adha ini kami sangat berharap untuk prioritaskan penyembelihan non-betina produktif. Berarti hewan tersebut jantan, kemudian hewan betina yang sudah melahirkan diatas 5 kali, betina usia produktif tetapi tidak produktif dan itu yang menentukan dokter hewan. Harapannya betina dilanjutkan pemeliharaanya agar bisa beregenerasi  dan yang jantan masuk ke Konsumsi masyarakat,” tegas Agus Jati. (thd/bas)