Anak Aniaya Ayah Kandung Sampai Tewas

226
GELAR PERKARA : Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar memeriksa barang bukti dan tersangka penganiayaan ayah kandung hingga tewas. (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)
GELAR PERKARA : Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar memeriksa barang bukti dan tersangka penganiayaan ayah kandung hingga tewas. (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN — Sungguh keterlaluan yang dilakukan HE, 34, warga Desa Tunjungseto Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen ini. Ia tega menganiaya ayah kandungnya hingga tewas hanya gara-gara masalah sepele. Kini, HE harus mendekam dalam sel tahanan Polres Kebumen hingga kasusnya disidangkan.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar menjelaskan motif tersangka menganiaya korban hingga meninggal karena merasa terganggu oleh korban saat menonton TV. Kepada polisi, tersangka mengaku spontan memukul korban Sarpin, 61, menggunakan kayu bakar hingga mengalami luka serius di bagian kepala pada Senin (6/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Tersangka ini merasa kesal dengan korban. Tersangka menggunakan kayu bakar memukul pelipis korban sebanyak satu kali. Dari pengakuan itu, kita tetap akan melakukan visum kepada korban untuk mengetahui yang sebenarnya,” jelas Arief didampingi Kasat Reskrim AKP Aji Darmawan dan Kapolsek Sempor Iptu Sugito.

Tersangka yang juga anak kandung korban nomor tiga itu telah lama menganggur dan sering terlibat cekcok dengan anggota keluarga di rumah. “Dari keterangan tersangka, tersangka ini tergolong temperamen. Nanti kita akan datangkan psikolog untuk mengecek kondisi kejiwaannya,” imbuhnya.

Di hadapan polisi, tersangka menyesali perbuatannya. Namun nasi telah menjadi bubur. Ayah yang membesarkannya tidak bisa lagi kembali untuk selamanya.

Dari konferensi pers terkuak jika tersangka dan korban sebelumnya terlibat cekcok mulut, karena tersangka merasa terganggu saat menonton TV. Saat cekceok, tersangka bersenjata kayu bakar, sedangkan korban membawa pipa besi yang diambilnya dari dapur rumahnya. Namun pukulan kayu dari tersangka pembuat korban tersungkur. Warga yang mengetahui hal ini selanjutnya mengamankan HE dan menyerahkan ke Polsek Sempor.

Korban dinyatakan tewas saat dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gombong. Berdasarkan keterangan dokter yang menangani, korban sudah meninggal saat di rumah sakit.

Akibat perbuatannya, tersangka yang masih lajang itu dikenakan pasal 45 Ayat (3) UU RI No.23 tahun 2004 tentang KDRT. Ia terancam hukuman selama 15 tahun penjara. (jpg/ton)