Ajarkan Tari Tradisional

235
Intan Afifaturrochmania (DOKUMEN PRIBADI)
Intan Afifaturrochmania (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – SEJAK SD, Intan Afifaturrochmania sudah menggeluti seni tari. Bahkan, gadis kelahiran Kendal, 15 Juni 2001 ini kerap mewakili sekolahnya di berbagai lomba menari. Saat ini, dara berparas cantik yang akrab disapa Intan ini  menjadi pengajar di salah satu sanggar tari di Kendal. Intan sendiri merasa senang bisa menularkan bakatnya pada adik-adik di sana.

Alhamdulillah masih banyak anak-anak yang memiliki hobi menari tradisional di tengah modernisasi saat ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tak hanya menari, Intan juga terjun di dunia modeling dan fotomodel. Sejak 4 tahun terakhir, ia menekuni dunia modeling, yang berawal dari iseng diajak teman berfoto.

“Awalnya pas kelas 9 SMP, dari situ saya mulai menekuni modeling, karena banyak selebgram yang sukses dan bisa mandiri dari hanya berfoto dan diunggah ke media sosial. Alhamdulillah dari hasil endorse, saya mampu membiayai sekolah sendiri,’’ujarnya penuh syukur.

Banyak tantangan yang Intan hadapi setelah terjun di dunia modeling. Sebab,  ia harus pandai membagi waktu antara mengajar tari di sanggar dan jadwal foto untuk endorse.

Siswi kelas XII SMA ini merasa senang bisa memanfaatkan waktu mudanya untuk hal yang bermanfaat, serta bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Setidaknya, ia sedikit meringankan beban orang tuanya. Putri pasangan Junaedi Abdullah dan Dewi Susanti ini berharap ke depan  terus menularkan bakatnya menari kepada anak-anak sekarang, sehingga tari tradisional tidak akan punah. (mg17/aro)