Siapkan Rekayasa Rute BRT

155

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang telah menyiapkan rekayasa rute Bus Rapid Transit (BRT), menyusul dimulainya peningkatan jalan Gombel Lama, hari ini (8/8). Terkait hal tersebut, jalur Gombel baru akan diberlakukan dua arah.

BRT koridor II (Sisemut-Terboyo) dan koridor VI (Undip-Unnes) akan mengambil rute langsung di jalur utama Jatingaleh melalui Gombel baru. Sehingga awak BRT tidak bisa menurunkan dan mengangkut penumpang dari dua shelter yakni di Pasar Jatingaleh dan Ksatrian.

“Ada dua shelter yang tidak dilewati. Kami sudah berkoordinasi dengan operator, rencananya akan dilakukan rekayasa rute,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Selasa (7/8).

Rekayasa yang dilakukan adalah pada Koridor III A dan III B jurusan Pelabuhan – Elizabet. Sebelumnya, rute dua koridor tersebut melewati terowongan underpass Jatingaleh, rencananya akan diperpanjang ke arah selatan, yakni di depan RM Bundo. Tujuannya agar shelter Pasar Jatingaleh dan shelter PLN Ksatrian tetap dapat terakomodir.

“Penumpang bisa transit di halte Elisabeth jika penumpang ingin pindah ke koridor lainnya. Rekayasa ini sendiri bertujuan agar penumpang dari dua shelter tadi bisa terlayani,” terangnya.

Menurut Ade dari data yang ada, keberangkatan penumpang dari dua shelter tersebut cukup besar. Dari data BLU Trans Semarang pada Juli 2018, tercatat penumpang di dua shelter tersebut sebanyak 11.902 penumpang umum dan 3.845 penumpang pelajar dengan jumlah total 15.747 penumpang. “Artinya rata-rata sehari yang menggunakan fasilitas dua selter tersebut adalah 508 orang,” ujarnya.

Sementara itu terkait peningkatan jalan Gombel lama, rencananya akan ditutup selama empat bulan. “Kendaraan dialihkan masuk ke dalam Tol. Kita sudah sampaikan ke Dishub dan pengembang supaya memberikan informasi agar menghindari melintas jalan Gombel lama,” kata Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi.

Nantinya, sebagai jalur pengganti arus kendaraan akan dialihkan ke Gombel baru yang dibuat dua arah.  Penutupan jalan Gombel dilakukan hingga Desember 2018 atau setelah proyek selesai.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat utamanya pengguna jalan untuk mencari alternatif jalan guna menghindari kemacetan arus lalu lintas. (den/mha/zal)