Puluhan Kapal Rusak Dihantam Ombak

200
PERBAIKI KAPAL : Para nelayan Wonokerto memperbaiki kapal yang rusak karena dihantam ombak besar. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
PERBAIKI KAPAL : Para nelayan Wonokerto memperbaiki kapal yang rusak karena dihantam ombak besar. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN- Sebagian besar nelayan di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, dua minggu terakhir ini resah. Mereka tidak berani melaut karena ombak besar. Banyak kapal nelayan rusak karena dihantam ombak. Diprediksi cuaca buruk berlangsung sampai bulan September mendatang.

Pengelola TPI Wonokerto, Budi Irawan, mengungkapkan sepinya nelayan yang melaut membuat penjualan di TPI menurun drastis. Yang biasanya mencapai 9 ton, kini hanya ada 1 ton saja. Itu hanya cumi, ikan teri medan serta ikan layung, yang didapat nelayan untuk tepian laut pesisir saja.

“Jika cuaca membaik penjualan ikan di TPI ini sangat ramai, terlebih jika nelayan dari luar Kabupaten Pekalongan melakukan bongkar muat, seperti nelayan dari Jepara dan Rembang,” ungkap Budi.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko, menjelaskan, saat ini memang merupakan bulan paceklik untuk nelayan, karena cuaca sedang tidak baik hasil tangkapan juga menurun.

Sehingga banyak nelayan yang tidak bekerja, namun demikian pihaknya tidak bisa membantu, karena tidak ada alokasi bantuan untuk nelayan yang mengalami masa paceklik.

“Saat ini memang cuaca sedang ekstrem, saya harap para nelayan lebih baik istirahat dahulu melaut, agar tidak menjadi korban keganasan ombak, hingga cuaca normal kembali,” kata Bambang. (thd/zal)