Pengelola Website Desa Dilatih Bimtek

179

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO –  Tak kurang dari 25 administrator pengelola website desa, Selasa (7/8) mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan website di aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo.

Tak hanya menerima pelatihan, para peserta bimtek juga diberikan pemahaman perihal sistem informasi desa (SID), yang akan diluncurkan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 18 Agustus mendatang.

Kepala Seksi Tata Kelola Informasi dan Kemitraan, Bidang Informatika, Ratna Sulistiyani menyebut SID merupakan sistem yang menjadi implementasi dari pasal 86 Undang-Undang Desa. “SID juga diatur dengan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2016,” terang Ratna.

Menurut Ratna SID merupakan fasilitas untuk warga masyarakat sehingga nantinya mereka akan lebih mudah mengakses hak mereka atas informasi tentang pembangunan desa.

Sesuai Peraturan Gubernur, Ratna menyebut pemerintah daerah nantinya diwajibkan mengembangkan SID dan pembangunan kawasan perdesaan. Tak hanya perangkat lunak, SID dikatakan Ratna juga mencakup pada perangkat keras sampai sumber daya manusia.

“Data-data yang ada dalam SID, antara lain meliputi data desa, data pembangunan kawasan perdesaan, hingga data kependudukan dan data-data lain yang berkaitan dengan pembangunan di desa,” bebernya.

Masyarakat sebagai pemangku kepentingan di desa, dapat memanfaatkan SID secara optimal untuk mendapatkan hak mereka atas informasi di lingkup desa. Hal itulah yang ditegaskan Ratna semestinya dipahami secara baik oleh para admin pengelola website desa. Karena pada implementasi di lapangan, SID akan berbasis internet yang data-datanya harus dimutakhirkan setiap saat.

Para admin website desa, seperti dikatakan oleh Kepala Bidang Informatika, Sulistiyani memiliki peran penting dalam optimalisasi fungsi SID.

“Karena itulah pada kesempatan bimtek ini selain kami berikan materi terkait pengelolaan website desa, juga kita berikan sekilas informasi perihal SID,” terang Sulistiyani.

Fungsi dan tujuan SID, menurut Lis mempercepat kemandirian desa melalui desa bersuara, desa berteknologi, desa berpelayanan prima, serta desa hebat yang mampu melahirkan regulasi dan tata kelola pemerintahan yang baik serta berkelanjutan.

“Dari adanya kemampuan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki, tujuan mewujudkan desa mandiri yang memiliki sentra ekonomi serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga akan cepat tercapai,” pungkasnya. (ali/lis)