PDIP Kota Semarang Optimistis Raih 19 Kursi 

202
SOLID : Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi foto bersama para kader dan pengurus dalam rapat konsolidasi internal pemenangan Pileg dan Pilpres 2019, Selasa (7/8). (ISTIMEWA)
SOLID : Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi foto bersama para kader dan pengurus dalam rapat konsolidasi internal pemenangan Pileg dan Pilpres 2019, Selasa (7/8). (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemilihan legislatif (Pileg) pada 17 April 2019 mendatang tidak lagi memakai rumus Quota Hare atau bilangan pembagi pemilih (BPP) dalam penghitungan kursi dewan. Tapi sudah menggunakan sistem Sainte Lague (murni).  Perubahan sistem penghitungan kursi legislatif menggunakan sistem Saint Lague itupun menjadi salah satu pembahasan DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, saat menggelar konsolidasi internal untuk pemenangan Pileg dan Pilpres 2019, Selasa (7/8).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PDIP Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengajak para bakal calon legislatif (bacaleg) dari PDIP memahami sistem penghitungan Sainte Lague. Dengan begitu target kursi DPRD dari yang semula 15 kursi bertambah menjadi 19 kursi.

“Ini menjadi modal penting bagi PDIP Kota Semarang untuk lebih kuat memperjuangan kepentingan masyarakat. Kami optimistis bisa mendapatkan 19 kursi di DPRD Kota Semarang melalui pemilihan legislatif 2019,” tegasnya.

Selain melakukan simulasi penghitungan suara melakukan sistem Sainte Lague sendiri, kegiatan konsolidasi internal itu juga diisi dengan perkenalan 50 bakal calon legislatif dari PDIP Kota Semarang, serta pemberian motivasi yang dilakukan oleh Hendi.

“Sebagai keluarga besar PDIP tentu kami semua harus saling mendukung satu sama lain, baik antar bacaleg, struktural partai, organisasi sayap, maupun relawan. Terlebih dalam Pileg 2019 nanti bersamaan dengan Pilpres, maka penting agar kita terus bergerak bersama dalam memenangkan Bapak Presiden Jokowi kembali,” tutur Hendi yang menjabat sebagai Wali Kota Semarang.

“Saya tekankan kepada sedulur-sedulur bahwa yang terpenting adalah menjaga kondusivitas, jangan sampai ajang demokrasi di 2019 nanti justru memecah belah kita,” tegasnya. (*/zal)